Ro’yuna Redaksi – Pelaksanaan Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi mahasiswa baru UIN Mataram dipastikan berjalan secara bertahap dengan mengacu pada pembagian gelombang Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Pada pelaksanaan tes BTQ ini, sistem penahapan diterapkan untuk menjaga regulasi pendaftaran serta mengantisipasi penumpukan ribuan peserta. Prosesnya dialokasikan dalam tiga gelombang utama demi mempermudah pendataan teknis di lapangan agar seluruh proses evaluasi dapat berjalan efektif tanpa membebankan kapasitas panitia maupun fasilitas yang ada.
“Sistemnya sama seperti tahun sebelumnya, tetapi memang dibagi menjadi tiga gelombang untuk mempermudah regulasinya agar mudah didata dan nanti September tidak menumpuk sampai 4.000 lebih orang,” ujar Mohammad Khoirul Anwar ketua penyelenggara tes BTQ.
Terkait keberadaan mahasiswa yang masih berada di luar pulau, pihak panitia telah menyiapkan skema tes susulan. Pendataan ulang bagi mahasiswa luar pulau akan dilakukan setelah perkuliahan aktif dimulai pada bulan September mendatang.
Penggabungan seluruh jalur penerimaan seperti SNBT atau Mandiri dalam satu waktu pelaksanaan tes sengaja tidak dilakukan di awal. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa komitmen keikutsertaan peserta diukur setelah mereka resmi melewati prosesi PBAK.
“Nanti setelah dua minggu pelaksanaan, baru kita data kembali. Karena kalau belum PBAK lalu langsung tes, commitmentnya belum terlihat,” ucap Anwar.
Melalui skema alur gelombang yang terstruktur ini, panitia berharap proses pendataan seluruh mahasiswa baru dapat tercatat dengan rapi sekaligus menghindari kepadatan peserta saat perkuliahan dimulai secara efektif pada bulan September.
Zahra/siti




