Ro’yuna Redaksi – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional mengalami keterbatasan anggaran. Sehingga kuota mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional semakin menyempit, sementara biaya operasional terus meningkat dalam segala aspek.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Dr. Muhamad Yusup, MSI, mengatakan saat ini KKN Internasional memang diadakan kembali karena instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag). Namun dengan diadakannya program tersebut mengalami perubahan yang signifikan.
Hal tersebut memicu kenaikan biaya operasional dan juga geopolitiknya berubah. Salah satunya tiket perjalanan juga menjadi faktor utama.
“Inipun saya khawatir beritanya avtur naik, domestik naik 13% tiket, jadi bagaimana saya nambahin tiket itu,” ujarnya.
Sementara itu, sumber anggaran KKN Internasional saat ini tidak bisa ditambah karena harus mengikuti kebijakan pusat. Kampus hanya menyesuaikan dengan dana yang telah ditetapkan, sehingga dilakukannya dengan cara mengurangi jumlah peserta, bukan menambah anggaran.
“Uangnya tidak bisa berubah, orangnya dikurangi karena sumbernya tidak ada lagi,” ungkapnya.
Dari sisi kuota, jumlah peserta mengalami pembatasan signifikan. Kuota KKN Internasional hanya 20 orang sedangkan kuota KKN Nusantara hanya berkisar 30 orang. Pada kuota KKN Internasional masih sangat terbatas dan baru dapat menjangkau 2 negara, seperti Malaysia dan Thailand.
“Saya sebagai kepala pusat inginnya ada program Internasional KKN itu tidak hanya di kawasan ASIA, intinya kita di LP2M ingin internasionalisasi lewat KKN Internasional dan Nusantara,” tutupnya.
Sindy/Rara






