Kericuhan Sebabkan Kuliah Daring, UIN Mataram Larang Almamater Digunakan di Luar Kampus

oleh -91 views
Foto Wakil Rektor (WR) I UIN Mataram Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Pd

Ro’yuna Redaksi – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menerapkan sistem perkuliahan secara daring mulai dari tanggal 1-4 September 2025, juga melarang menggunakan almamater di luar kampus untuk sementara waktu, Kamis, (04/09/25).

Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Sekjen Kementerian Agama RI Nomor 28 Tahun 2025 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag.

Berhubung dengan adanya surat edaran Wakil Rektor I UIN Mataram Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Pd, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar pada satuan kerja pendidikan sementara dilaksanakan secara online demi keamanan.

“Ini menyikapi kondisi sosial. Tujuannya agar keamanan, ketenangan, dan kenyamanan tetap terjaga, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Lebih lanjut pihak kampus menyebut bahwa kebijakan ini bersifat sementara, menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala, sehingga apabila situasi kembali kondusif, perkuliahan tatap muka bisa segera diberlakukan kembali.

“Di surat edaran rektor disebutkan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi. Kalau kondisi aman, bisa saja minggu depan perkuliahan kembali offline. Tapi kalau belum, kita lanjutkan online,” terang Adi Fadli.

UIN Mataram melarang menggunakan almamater di luar kampus, kebijakan tersebut juga dimaksudkan sebagai langkah keamanan. Hal ini karena aksi demonstrasi yang terjadi belakangan bukan lagi murni digerakkan oleh mahasiswa, melainkan sudah diikuti oleh masyarakat umum. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya tindakan yang dapat merusak citra mahasiswa.

“Karena inikan gerakannya tidak murni gerakan mahasiswa itu persoalannya, ini udah di susupi oleh banyak masyarakat dan kita takut nanti hal-hal itu akan terjadi yang mengatasnamakan mahasiswa. misalkan terjadi pengerusakan atau segala macam gitu, kasian nama mahasiswanya itu sehingga ya sudah biar murni apa bener-bener mana mahasiswa mana masyarakat itu susah kita deteksi,” tegasnya.

Akhir pernyataannya Adi Fadli juga berpesan agar mahasiswa menjaga ketenangan sosial dan fokus pada tujuan pendidikan.

Nailul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.