Lulusan SMK Tanpa Mondok, Sofian Alamsyah Buktikan Bisa Bersaing di UIN Mataram

oleh -10 views
oleh

Ro’yuna Redaksi— Wisudawan terbaik program sarjana Univeristas Islam Negri (UIN) Mataram pada wisuda ke-55 tahun 2026 diberikan kepada Sofian Alamsyah seorang Mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Karang Taliwang, Kota Mataram dengan indeks penilaian kualitatif (IPK) 3,95, pada (22/8/26).

Sofian mengaku pencapaian tersebut tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pasalnya, ia bukan berasal dari latar belakang pesantren dan merupakan lulusan SMK Negeri 3 Mataram atau yang dikenal sebagai STM.

“Alhamdulillah tentu saya senang, akan tetapi ini tidak pernah saya terpikirkan. Karena dari latar belakang saya yang tidak pernah mondok dan sebagainya, tapi saya bisa bersaing di UIN Mataram,” ungkapnya.

Selama menjadi mahasiswa, Sofian aktif dalam berbagai organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Ia mengikuti HMPS, DEMA, UKM Literasi Ilmiah, serta aktif di PMII. Selain organisasi, ia juga menekuni kepenulisan ilmiah. Dua karya ilmiahnya telah diterbitkan, salah satunya berhasil terbit di jurnal Sinta 3.

Perjalanan kuliah Sofian tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang ia rasakan pada awal perkuliahan adalah ketika harus berhadapan dengan bahasa Arab. Namun, lingkungan kampus yang positif serta dukungan teman dan dosen membuatnya mampu melewati tantangan tersebut.

“Di UIN Mataram memiliki lingkungan yang sangat baik, positif, dan saya disupport dalam segala hal oleh kawan-kawan maupun dosen,” ujarnya.

Di balik pencapaiannya, kedua orang tua menjadi sumber motivasi terbesar. Meski keduanya hanya menempuh pendidikan hingga SD dan SMP, mereka memiliki keinginan kuat agar Sofian dapat menjadi seorang sarjana.

Sofian pun memegang prinsip man jadda wajada sebagai salah satu motivasi dalam menjalani pendidikan. Kepada mahasiswa yang masih berkuliah, ia berpesan sederhana, “Rajin-rajin masuk kuliah.”

Setelah menyelesaikan studi di UIN Mataram, Sofian berencana melanjutkan pendidikan ke Yogyakarta. Baginya, pencapaian sebagai lulusan terbaik bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk melanjutkan perjuangan akademiknya.

Ia juga ingin menjadikan kisahnya sebagai bukti bahwa lulusan SMK tanpa latar belakang pesantren pun mampu berprestasi di perguruan tinggi Islam.

“Saya ingin ketika yudisium bisa sambutan dan menyebutkan bahwa saya lulusan SMK dan saya bisa menjadi lulusan terbaik di UIN Mataram,” tuturnya.

Kisah Sofian menunjukkan bahwa latar belakang bukan batas untuk berprestasi. Dengan ketekunan, keberanian untuk berkembang, dukungan lingkungan, dan doa orang tua, perjalanan dari bangku SMK hingga menjadi lulusan terbaik UIN Mataram bukan lagi sekadar impian.

Ratih/Fiddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.