Ro’yuna Redaksi- Aksi kemanusiaan dilakukan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram di atas podium dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Pray For NTT”. Hal ini mendapat perhatian hangat sekaligus pedih dari Mahasiswa Baru (Maba) yang sedang mengikuti Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Sambil membentangkan spanduk, perwakilan anggota DEMA yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) Andi Agussalam menyampaikan keluh kesah yang dialami oleh masyarakat NTT akibat bencana gempa bumi. Gempa yang mengguncang sebagian besar wilayah NTT tersebut telah menghancurkan ratusan bangunan, sekolah, dan rumah warga.
“Saudara-saudara kami yang ada di Nusa Tenggara Timur sedang dilanda bencana gempa bumi. Saat ini rumah-rumah mereka sudah hancur dan bahkan fasilitas dasar mereka tidak ada. Sampai saat ini musibah ini meninggalkan banyak luka dan beban,” ungkapnys sembari menahan pilu.
Tidak hanya itu, sebagian anggota DEMA juga menyediakan kardus kosong sebagai tempat penyaluran donasi. Respon baik terlihat dari puluhan mahasiswa dan panitia yang turut mengisi kardus tersebut.
Ketua Dema Ahmad Hilman Halimselaku ketua Dema UIN Mataram mengatakan bahwa Momen ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah aksi nyata yang mengandung makna kemanusiaan. Aksi ini juga bukanlah Penggalangan dana spontan, melainkan ini sudah direncanakan sedari awal.
“Aksi ini sudah direncanakan dan sudah dikoordinasikan melalui pihak-pihak terkait,” Ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dana yang sudah terkumpul akan disalurkan langsung melalui jaringan DEMA ke posko-posko yang ada di wilayah terdampak, dan tentunya yang dapat dipercaya.
“Sekarang kami melihat-lihat dulu mitra mana yang sekiranya dapat dipercaya,” lanjutnya.
Ketua DEMA UIN Mataram juga mengajak seluruh Mahasiswa untuk terus menyalurkan bantuan, sekecil apapun.
“Harapan saya kepada para mahasiswa, setidaknya kita tidak bisa membantu dengan tenaga, fisik dan lain sebagainya. Kita mendoakan saja,” Tutupnya.
DEMA berharap aksi kecil ini bisa meringankan beban masyarakat dan menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal siapa.
Alim






