Ro’yuna Redaksi – Pembagian almamater kepada mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mulai dilaksanakan di sejumlah fakultas sebagai bagian dari persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pembagian berjalan sesuai jadwal akan tetapi sejumlah mahasiswa mengaku masih belum mendapatkan dan mengalami kebingungan akibat informasi yang diterima belum merata terkait pembagian jas almamater.
Ketua Panitia pelaksana PBAK UIN Mataram 2026, Dr. Nuruddin M.H., mengungkapkan bahwa seluruh almamater telah disiapkan dan dipastikan tidak ada mahasiswa yang tidak kebagian, proses pendistribusian dilakukan oleh panitia dengan bantuan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di masing-masing fakultas.
“Bahwa almamater sudah disiapkan bahkan lebih dari jumlah mahasiswa, itupun tidak ada yang tidak kebagian, Panitia hanya bertugas mendistribusikan almamater dengan bantuan HMPS,” ungkapnya.
Namun, beberapa mahasiswa baru menyampaikan bahwa informasi mengenai penggunaan almamater saat kegiatan PBAK masih berbeda-beda, ada mahasiswa yang mengaku diminta membawa atau mengenakan almamater saat kegiatan, sementara mahasiswa lainnya tidak menerima informasi yang sama. Perbedaan penyampaian informasi ini menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa baru.
“Almet aja yang di dalam Totbeg, nggak ada buku panduannya. Jadwal dibaginya hari Jumat kemarin,” ungkap salah seorang mahasiswa FEBI.
Sementara itu, mahasiswa baru di Fakultas FTK mengaku mendapatkan informasi bahwa almamater dibagikan pada Kamis dan akan digunakan pada kegiatan hari ketiga. Namun, informasi tersebut disebut tidak disampaikan secara merata sehingga mahasiswa harus bertanya terlebih dahulu untuk mengetahuinya.
“Dibagiinnya Kamis, katanya disuruh pakai hari ketiga pas hari terakhir. Itupun kalau nggak nanya nggak ada info. Nggak diinfoin bawa almet. Ada yang disuruh bawa, ada yang nggak disuruh bawa,” ujar salah seorang mahasiswa baru FTK.
Kejelasan dan pemerataan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan PBAK. Diharapkan seluruh panitia dan pihak yang terlibat dapat terus memperkuat kerjasama agar mahasiswa baru memperoleh informasi yang akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung.
Liana/Elsa





