Perkuat Gotong Royong Lintas Agama, Donor Darah Kemerdekaan Targetkan 1. 281 Kantong

oleh -113 views
oleh

Ro’yuna Redaksi – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwujudkan melalui aksi kemanusiaan donor darah tahunan dengan menargetkan 1.281 kantong darah dengan melibatkan sebagian elemen masyarakat lintas agama dan suku, di Epicentrum Mall Mataram pada, Minggu, (16/08/26).

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag.  mengatakan, donor darah menjadi momentum tepat untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui yang nyata aksi nyata.

“Kalau kita mendonorkan darah untuk kemanusiaan, ini sangat pas dengan momentum 17 Agustus. Mereka mendonorkan bukan hanya air mata, tetapi juga darah untuk kemerdekaan,” ungkapnya.

Target tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 1.056 kantong darah. Ia mengajak masyarakat menjaga ketersediaan stok darah dengan membangun solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Wakil Rektor II UIN Mataram Prof. Dr. H. Muhammad Saleh, S.Ag., M.A. menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud gotong royong yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Kegiatan digelar melalui kolaborasi UIN Mataram, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mataram, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), KSR, PMI, rumah sakit, serta komunitas dan masyarakat umum.

“Ini donor darah antaragama ada banyak agama dan suku yang disatukan dalam kegiatan ini untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Perwakilan INTI, Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa, dan Generasi Muda INTI, Baiq Eva Nurcahya Ningsih, mengatakan donor darah merupakan kegiatan sosial yang rutin dilakukan organisasinya.

“Selain donor darah, INTI juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman pohon,” tambahnya.

Salah seorang pendonor, Etik Suandari, mengaku telah 12 kali mendonorkan darahnya. Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memberi manfaat besar bagi orang lain.

“Walau setetes darah, tetap berguna bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ilma yang baru pertama kali mengikuti donor darah mengajak generasi muda lebih aktif berpartisipasi. Ia berharap edukasi mengenai pentingnya donor darah terus digencarkan agar masyarakat tidak hanya berdonor saat ada kegiatan tertentu.

“Tidak mesti ada acara saja. Bisa juga kita datang ke PMI. Informasinya harus lebih digaungkan lagi seputar donor darah,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi kemanusiaan Setetes darah menjadi simbol solidaritas dan gotong royong untuk membantu menyelamatkan nyawa sesama.

Tomi/Diva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.