RO'YUNA REDAKSI

,

Ia pernah datang seperti cahaya kecil di ujung malamku hangat, tenang, seolah dunia tak lagi terlalu kejam. Namun waktu tak pernah berjanji untuk menetap, dan cahaya itu kini mulai meredup,

Diantara hari-hari yang berjalan biasa, Namamu masih saja ikut terbaca. Pada angin yang lewat tanpa suara, ada kenangan yang diam-diam menyapa. Aku sudah mencoba sibuk dengan dunia, menyusun tawa, menata

Aku si bungsu di rumah , Sering dianggap belum mengerti. Langkahku salah, kataku salah, Seolah semua jatuh padaku. Kakak bicara, semua percaya, Aku bicara, hanya dianggap biasa. Meski hati ingin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.