Eksistensi Rumah yang Hilang

oleh -303 views
Foto Penulis

Di saat orang lain merasa senang kembali ke rumah setelah lelahnya bergelut dengan dinamika perkuliahan.
Justru aku pribadi memandang terbalik. Pasalnya, sejak rumah itu tidak lagi seperti rumah, aku malas untuk pulang.

Entah kenapa, aku merasa rumah yang dahulu menjadi tempat ternyaman, kini telah berubah menjadi tempat yang asing dan sangat membosankan.
Aku tidak mengetahui secara jelas apa yang telah berubah, apakah pikiranku yang telah berubah atau rumah itu sendiri.
Tapi yang pada intinya, aku tidak lagi merasakan kenyamanan seperti kala itu.

Aku merasa bahwa aku telah kehilangan tempat yang dulu menjadi sumber kekuatan dan inspirasi.
Aku merasa bahwa aku tidak memiliki tempat untuk beristirahat, tidak ada yang bisa aku andalkan, dan tidak ada yang bisa aku ceritakan.
Aku merasa seperti seorang musafir yang tidak memiliki tempat untuk pulang, seperti seorang nahkoda kapal yang terus-menerus mengarungi lautan tampa memiliki pelabuhan untuk bersandar.

Aku merasa bahwa aku hanya memiliki satu tempat untuk pergi, yaitu tempat yang sangat jauh, sebagai tempat di mana aku bisa menjadi diri sendiri dan merasa nyaman.
Rumah bukan hanya soal tempat, rumah adalah perasaan, adalah kenangan, adalah ketenangan. Dan aku, aku bingung di mana aku bisa menemukan rumah itu lagi.

Mungkin, rumah itu tidak ada di luar sana, mungkin rumah itu ada di dalam diri sendiri.
Mungkin, aku hanya perlu mencari diri sendiri, mencari kekuatan dan inspirasi yang dulu pernah aku rasakan.
Mungkin, rumah itu ada di mana saja, asalkan aku bisa merasa nyaman dan menjadi diri sendiri.

Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.