Serena

oleh -21 views
Penulis: Baiq Bulan Nurhidayah

Malam berjalan tenang,

Dan sebuah lagu lama dari Serana milik

For Revenge singgah tanpa diminta.

Nadanya seperti membawa pulang

Ingatan yang pernah kusimpan rapi

Tentang tempat yang dulu terasa

Paling aman untuk pulang.

Pernah ada waktu

Ketika luka-luka lama perlahan reda,

Sebab ada keyakinan sederhana

Bahwa seseorang telah tiba

Untuk menetap lebih lama dari yang lain.

Kepercayaan itu tumbuh perlahan,

Seperti rumah yang dibangun

Dari percakapan kecil,

Dari janji yang terdengar begitu tulus.

Namun rumah kadang runtuh

Bukan oleh angin yang datang dari luar,

Melainkan oleh pintu yang terbuka

Tanpa pernah kita sadari.

Aku pernah mencoba memadamkan semuanya,

menyebutnya kesalahan yang mudah dilupakan.

Namun, sakitnya ternyata tidak sederhana.

Ia tidak seperti hujan yang datang lalu reda.

Ia seperti laut yang terus memukul karang

tanpa henti, tanpa jeda.

Kadang ia datang pelan di tengah malam,

Kadang bersembunyi di balik lagu

Yang tak sengaja terdengar kembali.

Aku ingin membencimu sepenuhnya,

Benar-benar membencimu

Agar luka ini terasa lebih adil.

Namun anehnya,

Di antara semua serpihan kecewa,

Masih ada sisa rasa

Yang menolak untuk benar-benar pergi.

Dan mungkin itu

Yang membuat semuanya terasa lebih dalam.

Namun beberapa cerita

Ternyata berhenti lebih cepat

Dari yang pernah ku bayangkan.

Kini yang tersisa hanyalah perasaan

Yang berjalan pelan di antara kenangan

Antara kecewa yang masih terasa,

Dan kasih yang belum sepenuhnya selesai.

Barangkali waktu

Akan membawa semuanya

Ke tempat yang lebih tenang.

Tapi satu janji tetap tinggal,

Diam-diam dijaga seperti awal dulu.

Sebab ada hal-hal dalam hidup

Yang pernah terasa begitu berarti,

Hingga setelahnya

Hati memilih sunyi
Dari pada menggantinya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.