Photo by Pinterest
Oleh : Miya
Umi
Pendongeng handal
Solatnya lama
Nasihatnya sebaik buku
Ngajinya syahdu
Sebelum matahari terbit sudah ke Sawah dan minum kopi
Bilik-bilik kosong
Suara adzan Ashar tenggelam di pelupuk mataku
Ku coba lihat sekali lagi,
Itu Umi
Benar-benar Umi
Jenazahnya sudah di dalam liang lahat
Kupikir aku akan menangis sesegukan seperti yang terakhir kali
Tapi ternyata aku hanya menatap langit nanar
Air mataku mengering sama seperti langit yang
cerah
Kemarilah jemput nyawaku
Gotong aku pergi bersama keranda Umi
Keluhku
Apa aku sehancur itu?.





