Ro’yuna Redaksi- Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram melakukan aksi damai di depan gedung FEBI dengan beberapa tuntutan terkait sarana dan prasarana yang ada di Fakultas. Jum’at (01/04/22).
Adapun tuntutan-tuntutan dalam aksi damai tersebut terkait sarana dan prasarana FEBI, seperti Air, alat shalat, AC, Sekret BKM, CCTV dan lab yang belum dipergunakan oleh Mahasiswa.
“Laboratorium mungkin untuk Entrepreneur Muda (Erda) sudah diserahkan pada pembinanya, tetapi beberapa lab yang lain tuh masih belum bisa kita gunakan, seperti Mini Bank, GIS, Laboratorium computer yang sejak awal pembangunan tidak pernah digunakan oleh Mahasiswa FEBI,” ujar M. Budi Utama selaku Dema FEBI ketika ditemui Tim LPM Ro’yuna.
Ia berharap semua staff Fakultas bisa lebih responsif dalam hal kegiatan, permasalahan, informasi dan melibatkan BKM serta Ormawa dalam setiap kegiatan
“Kedepannya untuk FEBI, kita mohon untuk semua staff Fakultas bisa lebih responsif di setiap ada kegiatan, permasalahan dan informasi serta melibatkan mahasiswa atau BKM dan ORMAWA dalam kegiatan,” ungkapnya lagi
Tuntutan-tuntutan dalam aksi tersebut bukan hanya dalam ranah Fakultas saja, namun juga Universitas. Seperti biaya yang dikeluarkan untuk praktik Jurusan Pariwisata Syariah, CCTV, serta Lab FEBI.
Terkait air di lantai 3 dan 4 FEBI sudah diperbaiki sebelum dilakukannya aksi damai, hal tersebut disampaikan oleh WD II FEBI Dr. Khairul Hamim, M.A.
“Permasalahan air itu sebenarnya ada pada tandon air yang ada di atas gedung. Tandon tersebut pernah rusak sehingga mahasiswa tidak bisa menggunakan air untuk keperluan masing-masing. Tapi, dari pihak Fakultas sudah memperbaiki tandon tersebut dan sekarang sudah bisa digunakan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penggunaaan Lab FEBI yang merupakan domain atau ranah Universitas berarti harus bersurat terlebih dahulu.
“Saya ingin jelaskan juga, saya sudah berkomunikasi dengan Kabag Umum Universitas, WR II, Kepala Lab, jadi ini merupakan domain universitas. Syarat dari ketua lab agar mahasiswa bisa menggunakan lab yakni dengan bersurat kepada Ketua Jurusan masing-masing,” lanjutnya.
Lebih lanjut Wakil Dekan III FEBI Dr. Muhammad Yusup, M.Si., juga menyampaikan hal yang sama, ia menyarankan mahaisswa untuk mempelajari dan menanyakan juga terkait biaya UKT kepada pihak yang terkait, karena Fakultas hanya memfasilitasi.
“Kalau ranahnya Universitas itu bukan urusan kita, misalnya tadi ada yang bilang anak pariwisata yang mengeluarkan uang untuk praktik padahal sudah membayar UKT lalu mengapa harus membayar lagi padahal UKT sudah termasuk semuanya. Memang benar seperti itu, Cuma uraian UKT apa aja isinya dan yang tahu itu Rektorat, nah kita hanya memfasilitasi. Jadi menurut saya, bagus anak-anak itu mereka mempertanyakan UKT saya untuk apa sih, kok harus bayar lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa akan diadakan Musyarawah bersama WD I dan II terkait tuntutan-tuntutan Mahasiswa agar segera direalisasikan.
Rencananya hari senin, kita akan coba musyawarahkan dengan WD I dan II hasil dari tuntutan-tuntutan itu, apa yang ranahnya di FEBI kita selesaikan, dan untuk yang ranahnya Rektorat, kita sampaikan ke Rektorat. Baru selanjutnya akan diadakan audiensi bersama SEMA DEMA dan HMPS.
“Rencana saya mungkin jika disepakati oleh teman teman WD dan Dekan, setelah hari Senin itu apapun yang sudah dikerjakan itu akan kita list, setelah itu kita akan audiensi, saya panggil Ketua atau Wakil Ketua Sema, Dema, dan HMPS. Kita beritahu apa saja yang sudah direalisasikan dan apa yang belum, jadinya tidak perlu ada aksi lagi,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa nantinya akan mengadakan rapat dan meminta Dekan FEBI untuk mengumpulkan semua staff agar lebih responsif dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa.
“Saya juga nanti akan rapatkan, meminta pada pak Dekan untuk mengumpulkan seluruh staff yang ada di FEBI. Saya selalu bilang pada teman teman itu, mahasiswa ini anak anak kita, mereka bayar untuk dilayani, serumit apapun masalahnya layani saja,” tutupnya. (LK)






