Kurangnya Audiensi Terkait Sarana Prasarana dalam Aksi Damai FEBI

oleh -59 views

Ro’yuna Redaksi-Aksi Damai yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram pada Jumat 1 April 2022 lalu menjadi ajang menumpahkan keluh kesah mahasiswa terkait permasalahan yang ada di Fakultas. Aksi tersebut berawal dari banyaknya keluhan Mahasiswa yang disampaikan oleh Badan Kegiatan Mahasiswa (BKM), Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan perwakilan mahasiswa.

Sebelumnya Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FEBI yang diketuai oleh M. Budi Utama sudah melakukan konsolidasi yang juga melibatkan BKM dan Ormawa FEBI, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Perwakilan dari Pariwisata Syariah, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi, KetuaHMPS Perbankan Syariah, Ketua Komunitas Studi Pasar Modal (KSPM) dan Forum Kajian Ekonomi Syariah (Fokes).

“Saya buat kemarin ada konsolidasi dan di sana saya mengundang teman-teman dari BKM dan Ormawa FEBI, yaitu perwakilan dari Pariwisata, Ketua HMPS Ekonomi, Ketua HMPS Perbankan, Ketua KSPM dan perwakilan dari Fokes. Mereka mengutarakan keluh kesahnya yang kemudian kita catat dan disampaikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ia sudah beberapa kali melakukan audiensi dengan Wakil Dekan (WD) III Dr. Muhammad Yusup, M.Si bersama dengan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas membahas terkait sarana dan prasarana yang ada.

“Karena melihat beberapa bulan terakhir ini saya selalu audiensi bersama dengan ketua SEMA Universitas masuk ke ruangan Wakil Dekan III, di sana saya selalu audiensi. Jadi saya rasa ketika kita akan audiensi kembali itu satu hal yang sia sia menurut saya, jadi di sana baru saya putuskan bahwa aksi ini harus kita jalankan dan itu di dukung oleh teman teman yang lain,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut WD III FEBI Dr. Muhammad Yusup, M.Si., mengaku senang dengan aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa FEBI, ia menilai hal tersebut sebagai bukti penyampaian aspirasi, namun sebelumnya harus melalui audiensi terkait tuntutan-tuntutan yang diajukan. 

“Tanggapan saya terkait aksi damai hari ini, saya senang sekali karena mereka menyampaikan aspirasi tetapi keinginan saya kemarin itu audiensi dulu, ngomong dulu deh maunya apa karena bagaimana pun aksi image nya selalu buruk atau negatif dan itu ingin saya ubah Kalau secara substansi, bagus itu anak-anak saya, mereka menyampaikan agar FEBI menjadi lebih baik,” jelasnya ketika diwawancarai Tim LPM Ro’yuna. Jumat, (01/04/22).

Terkait audiensi yang dilakukan oleh Dema Fakultas, ia menjelaskan bahwa audiensi harus dilakukan dengan bersurat secara formal kepada pihak-pihak yang terkait.

“Terkait dema yang sudah melakukan audiensi sebanyak 2 kali secara formal dan non formal bisa dihitung sampai 10 kali tetapi tidak kunjung direalisasikan. Jadi audiensi itu kan formatnya emang harus bersurat secara formal kepada Pak Dekan terkait, nanti sampaikan apa keluh kesahnya dengan duduk bersama,” sambungnya.

Berbeda dengan WD III, WD II FEBI Dr. Khairul Hamim, M.A., mengatakan bahwa tidak adanya audiensi yang dilakukan oleh Dema terkait sarana dan prasarana sebelum melakukan aksi.

“Seingat dan setahu saya, Dema tidak pernah ke ruangan ini secara khusus untuk menanyakan sarana dan prasarana. Kalau ruangan WD I dan III sempat saya lihat Dema melakukan audiensi di sana tetapi saya tidak mendalami apa yang mereka bahas atau konsultasikan” pungkasnya.

Ia menilai aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa FEBI sudah bagus, yaitu menyampaikan aspirasi mahasiswa lainnya. Namun perlu audiensi untuk mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait.

“Aksi yang dilakukan ini sudah bagus tapi mohon dikonsultasikan dulu kepada kita sebelum melakukan aksi. Sarana dan prasarana itu memang ada yang cepat kita tangani dan membutuhkan waktu untuk kita tangani. Oleh karena itu, mari kita bersyukur dulu,” sambungnya. (AZ.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.