Percaya Diri Adalah Awal Mengenal Diri

oleh -58 views

“Hidup itu dibawa santai, kalau sudah usaha dan hasilnya tidak sesuai keinginan ya terima saja. Kan masih ada jalan yang lain” ucap Laili seorang Mahasiswa UIN Mataram.

Laili tinggal bersama orang tuanya dan satu adik laki-laki yang baru menginjak pendidikan SMA, mereka empat bersaudara, saudara tertuanya perempuan yang sudah menikah, yang kedua laki-laki namun dia pergi merantau ke negeri Upin dan Ipin.

Laili di kenal orang yang percaya diri, dia tidak terpengaruh oleh orang lain dan membawa sikapnya sendiri serta apa adanya. Saat berangkat ke kampusnya pun dia tidak pernah membingungkan fashion apa yang akan dia kenakan karena menurutnya ke kampus itu seperti  pergi bermain bukan di tuntut untuk mengikuti fashion. “kekampus itu yang penting sopan dan menutup aurat” kata Laili.

Sikap Laili yang percaya diri membuatnya mudah dalam menyelesaikan apapun dan tidak terbebani dengan pikiran orang lain kepadanya.

Kata Laili “saat saya masih sekolah di MAN Mataram, saya jarang di kasih bekal oleh orang tua, karena dulu saya jualan nasi bungkus, dan nasi bungkus itu saya ambil dari penjualnya sekitar 10 bungkus kemudian saya di beri 1 bungkus nasi sebagai bonus, satu bungkus nasi harganya 4 ribu, kemudian saya jual lagi ke teman- teman kelas seharga 5 ribu dan bonus yang di berikan saya jual kembali.”

Sampai sekarang sikap Laili tidak pernah berubah, kepercayaan dirinya semakin bertambah apalagi Laili mendapatkan beasiswa dari kampusnya, dia mengaku bahwa disaat mendaftar beasiswa itu dia tidak pernah berharap akan mendapatkannya dan kuliah di Universitas Negeri yang cukup terkenal di daerahnya.

Namun, tidak disangka diapun lulus dan mengaku sangat senang. “Kalau saya tidak lulus beasiswa, saya akan bekerja saja, dan membantu ayah saya jualan soto” ujarnya.

Kalau saja dia tidak lulus, dia tidak akan berkecil hati dan tidak akan bersedih karena kesuksesan itu banyak jalannya ujarnya lagi.

Tak seperti kebanyakan mahasiswa lainnya yang mungkin merasa terbebani dengan tugas kuliah, berusaha mencapai IPK tinggi, Laili malah biasa-biasa saja dalam menyelesaikan tugasnya. Dia tak memikirkan apakah nilainya akan bagus atau tidak yang penting dia sudah berusaha dan tepat waktu.

Keseharian Laili pun sering menyendiri, bukan karena dia tidak suka keramaian atau tidak suka bergaul. Justru Laili sangat pandai dalam bergaul. Katanya” saya bukannya tidak suka keramaian namun saya lebih senang sendiri karena lebih nyaman dan lebih fokus aja, kadang kalau gak terlalu deket sama orang itu biasanya saya cuek aja dan gak terlalu perduli.

Namun dibalik rasa percaya dirinya, Laili juga memiliki sikap pemikir seperti ceritanya dulu Laili saat masih kelas 1 SD dia tidak bisa membaca dan akhirnya di tertawakan oleh teman sekelasnya. Saat itu Laili pun merasa bahwa memang dia belum bisa membaca dan merasa malu sama teman-teman kelasnya. Akhirnya mulai saat itupun Laili berusaha keras untuk belajar membaca dan akhirnya dia pun mendapatkan juara kelas. “Itu adalah kisah yang paling berkesan menurut saya” kata Laili.

Laili selalu mengingat kata-kata yang mengatan “you are what you thing” kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Katanya ” jadi berusalah untuk berfikir positif dan visioner, jadilah muslim yang punya tujuan dan lebih tertata, bukan hanya sekedar duduk, diam dan bernafas. Di luar sana banyak yang membuatmu berpetualangan menjadi manusia yang utuh.

(Annisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.