Penayangan Film Pesta Babi di Kampus UIN Mataram Dihentikan, Atas Dasar Apa

oleh -90 views
Perdebatan antara pihak keamanan kampus dengan mahasiswa yang akan menghendak nobar film Pesta Babi

Ro’yuna Redaksi – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram, pertanyakan larangan film Pesta Babi di lingkungan kampus, padahal sebagai upaya membuka ruang diskusi akademik dan kebebasan berpendapat, jumat, (08/05/2026).

Penayangan film Pesta Babi, dengan tujuan membuka ruang diskusi di lingkungan akademik kampus, Ketua SEMA FUSA Raden Turmuzi Adipati Kusuma, menegaskan bahwa film karya Dandhy Laksono dan Chypri Paju Dale itu memiliki nilai edukasi yang tinggi dan layak untuk didiskusikan.

“Kami menginginkan penayangan film ini karena merasa harus didiskusikan, kampus semestinya menjadi ruang adu gagasan dan tempat menguji argumen melalui diskusi kritis lewat film ini,” ungkap Turmuzi.

Ia juga menyayangkan adanya pembatasan terhadap ruang-ruang demokrasi dilingkungan kampus, menurutnya kebijakan maupun intruksi dari pihak rektor membuat ruang aman yang diharapkan mahasiswa tidak dapat terelisasikan dengan baik.

“Yang kami sayangkan ruang-ruang demokrasi di kampus justru terhalangi oleh kebijakan atau perintah dari atasan,” ucapnya dengan rasa kecewa.

“Sebagai mahasiswa kami membayangkan kampus menjadi ruang aman untuk berdiskusi tetapi itu blom terealisasi. Ketika nobar di luar kampus yang kami takuti di buntuti oleh intel, karena itu kami mencari ruang dikampus agar rasa aman tetap terjaga,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUSA Helmi Ali Bagastian, mengungkapkan bahwa mahasiswa ingin mengetahui isi dari film Pesta Babi. Serta alasan larang film itu untuk ditonton.

“Kami ingin tahu bagaimana isi dari tayangan film Pesta Babi, kalo kami lihat film itu hanya menggambarkan masyarakat papua yang juga merupakan saudara kita, karna itu kami berinisiatif mengadakan nonton bareng tersebut,” ungkap Bagas.

Tomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.