RO'YUNA REDAKSI

Asa itu pupus… Menghapus jejak harap yang terjerat labirin hampa yang menguar, Mengikat harap yang mencekik leher sang puan… Melolong ampun yang tak terdengar… Semua orang tuli, tak dengarkah teriakan

Aku bebas, aku juga kuatTidak terikat, maupun terlambat Aku berani, untuk majuMenuju impianku, tanpa ragu Aku bebas bersuaraMengungkapkan isi,pikiran,tanpa takut Aku bebas melangkahMenjelajahi dunia, tanpa batas Aku bebas memilihMenentukan jalanku,

Kau berdoa menghadap timur, aku menunduk ke arah barat. Namun di antara arah yang berbeda itu, ada langit yang sama, menatap kita dalam diam. Kau memanggil nama Tuhanmu dengan lantunan

Di sela debu yang menari di jendela, kudapati laut memungut bayang-bayang… setiap ombak adalah jarum jam yang menjahit tepian kenangan. Aku ingin menyelam ke dasar pasir waktu, menggenggam butir-butir rindu

Kehadiranmu seperti semburat cahaya hangat, Yang kini mendekap isi hatiku.. Namun juga seperti hujan yang datang, Lalu pergi meninggalkan sisa genangannya Luka itu seakan menggerogoti jiwaku, Hangatmu sudah lenyap Berubah