Islam merupakan agama yang santun, karena dalam Islam sangat menjunjung tinggi pentingnya etika, dan akhlaq. Akhlaq adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia, karena akhlaq mencakup segala pengertian tingkah laku, tabi’at, perangai, karakter manusia yang baik maupun yang buruk.
Dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk, akhlaq adalah suatu nilai yang telah mandarah daging menjadi sifat seseorang, kemanapun ia pergi sifat itu akan senantiasa mewarnai kepribadiannya, baik di lihat oleh manusia, atau jauh dari pandangan manusia. Baik dipuji maupun dicela, itulah dia, bukan sekedar citra yang di poles-poles agar nampak elok dan bagus.
Islam sebagaimana agama yang mengatur tentang segala sesuatu menyangkut kehidupan di dunia, dalam hal ini juga memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk mendidik dirinya dan keluarganya agar tidak terkena siksa api neraka.
Peran Keluarga merupakan pilar pertama bagi pendidikan anak. Pembentukan kepribadian seorang anak bersumber dari keluarga. Oleh karena itu, keluarga dalam hal pendidikan merupakan sumber utama, sebab segala kecerdasan intelektual manusia pertama-tama diperoleh dari orang tua dan para anggota keluarganya sendiri.
Membiasakan Berakhlaq yang baik akan membentuk seseorang yang bermoral baik, sopan santun dalam berbicara, perbuatan mulia, tingkah laku, bersifat bijaksana, beradap yang baik dan membantu untuk meningkatkan keimanan, pemahaman dan penghayatan serta pengalaman tentang agama Islam sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Membiasakan anak berakhlaq yang baik dalam sehari-hari merupakan kewajiban orang tua untuk menanamkan pentingnya memberi semangat kepribadian yang baik bagi anak didik sejak dini terutama untuk yang masih belum menganal pentingnya arti kehidupan.
Salah satu perlakuan yang baik terhadap sesama adalah hendaknya seseorang berbuat baik kepada sesama, saat bergaul dengan teman-teman dan para kerabatnya. Tidak merasa resah dengan kehadiran mereka dan tidak pula meresahkan mereka. Akan tetapi, ia berusaha menimbulkan kebahagiaan serta tahu batasan-batasan sy’ri’at Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Perlakuan yang baik terhadap orang yang bergaul dengan anda seperti teman-teman dan para kerabat adalah berusaha menyenangkan mereka dalam batasan-batasan syari’at. Untuk itulah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sebaik-baiknya kalian adalah yang berperilaku baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku”. (HR. Tirmidzi)
Setiap orang bisa mendapatkan akhlaq yang mulia, hal ini dapat dilakukan dengan cara membiasakan, bersungguh-sungguh, dan melatih dirinya. Dengan beberapa perkara, diantaranya:
1. Hendaklah ia mengamati dan menelaah kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya. Yakni mengamati nash-nash yang menunjukkan pujian terhadap akhlaq yang agung tersebut, yang mana ia berkemauan untuk berperilaku dengannya. Jika seorang mukmin melihat nash-nash yang memuji-muji akhlaq atau perilaku tertentu, maka ia akan berusaha untuk dapat menerapkan perilaku yang terpuji tersebut pada dirinya.
2. Bersahabat dengan orang yang telah dikenal kemuliaan akhlaqnya, dan jauh dari sifat-sifat rendah dan perbuatan-perbuatan hina. Sehingga ia menjadikan persahabatan tersebut ibarat sebuah sekolah yang ia menimba akhlaq yang mulia darinya. Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah berkata:
“seseorang itu tergantung dengan agama sahabatnya, maka hendaklah kalian melihat orang yang akan kalian pergauli” (HR. Tirmidzi).
3. Hendaklah ia memperhatikan akibat buruk dari akhlaq tercela, karena orang yang berakhlaq buruk pasti dibenci, ditinggalkan, dan akan dikenal dengan sebutan yang tidak baik. Maka jika seseorang megetahui bahwa akhlaq yang buruk bisa mengakibatkan semua ini, niscaya akan segera menjauhinya.
4. Hendaklah ia selalu menghadirkan gambaran akhlaq mulia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bagaimanakah dahulu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam merendahkan dirinya di hadapan sesama, dan juga selalu bersabar dari gangguan mereka. Seandainya saja seseorang mampu menghadirkan akhlaq Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau adalah sebaik-baiknya manusia, serta merupakan orang yang paling utama dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya ia akan merasa rendah diri dan akan terpecah sifat kecongkakan yang ada pada dirinya. Maka hal tersebut pun akan menjadi penyeru baginya yang mengajak kepada perilaku yang baik.
Oleh : Sarah Nabila Aulia
Jurusan : PGMI
Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan



