Nampaknya aku disini masih terpatri dengan harapan itu
Terus menanti meski tahu ujung akan kecewa
Pikiran itu menari-nari menglingkari kepalaS
Sedang aku masih saja terdiam ditempat yang sama
Hai April kita berjumpa lagi dalam keadaan penuh harap
Padahal kemarin saja aku masih bercerita lewat kata
Hari ini kita sudah berjumpa lagi
Apa kabar hati? Masikah siap menanti?
Seberapa lama lagi kau mau menunggu?
Coba lihatlah dirimu yang amat kasihan
Kau cukup setia, tapi tidak dengannya
Betapa kejamnya kamu, Kamu yang tak pernah peka
Adakah rasa itu meski secuilpun?
Sudikah kau memberi meski sebesar titik tinta
Namun lagi-lagi aku berharap lebih pada kamu yang tak pernah Ingin tahu. (Sizu)






