Ro’yunaredaksi– Kuliah Online dianggap kurang efektif, Dosen dan mahasiswa melakukan kuliah tatap muka ditengah pandemi Covid 19
Kuliah tatap muka atau Offline akhir-akhir ini banyak ditemukan di UIN Mataram baik yang dilakukan di Kampus maupun diluar Kampus.
Meskipun sampai hari ini belum ada arahan dan Surat Keputusan Rektor tentang diperbolehkannya melaksanakan kuliah secara Offline namun terlihat sudah banyak yang melakukan kuliah maupun kegiatan yang mengumpulkan banyak massa di UIN Mataram.
Berbagai alasan dilaksanakannya kuliah Offline yaitu karena permintaan dari mahasiswa maupun dosen sendiri yang bertujuan untuk dapat lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan.
Camilla diana mahasiswi Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) mengaku tidak keberatan dengan dilakukannya kuliah tatap muka yang diwajibkan bagi Mahasiswa yang berada di Lombok oleh dosennya, sedangkan Mahasiswa yang berada diluar daerah akan diberikan tugas tambahan Sebagai metode penambahan materi.
“Menurut saya lebih baik tatap muka daripada daring, karena lebih mudah memahami materi dari pada daring yang kurang efektif” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp Rabu (2/12/2020).
Hal tersebut juga diakui oleh Baiq Lina mahasiswi Fakultas Syariah, namun dilakukan atas permintaan dari Mahasiswa itu sendiri agar dilakukannya kuliah tatap muka.
“Teman teman saya minta agar kuliahnya tatap muka, dan itu saya sampaikan ke dosen dan dosennya menyanggupi” Akunya (1/12/2020)
Namun ternyata tidak semua melakukan kuliah secara tatap muka Di Kampus, beberapa melaksanakan kuliah Offline di ruang terbuka seperti taman maupun di rumah dosen langsung.
……
Kesulitan dalam menyampaikan materi secara online juga memaksa dosen untuk menerapkan kuliah secara tatap muka meskipun harus secara diam-diam.
“Saya sulit berekspresi dan kesulitan dalam memberikan pembelajaran melalui Online” Jelas BR setelah mengisi kuliah di kelas.
Meskipun kuliah tatap muka jumlah mahasiswa dibagi menjadi dua dan mengikuti kuliah secara bergilir, namun hal tersebut tetap dilarang oleh satgas Covid 19 UINMA dan banyaknya kuliah tatap muka di UINMA ternyata diluar pengetahuan Satgas Covid.
Arya Hukmi selaku Sekretaris Satgas Covid 19 UIN Mataram mengungkapkan bahwa jika ada yang melakukan kuliah tatap muka dikampus maupun diluar Kampus dianggap sama saja, tidak berdasarkan rekomendasi dari Satgas Covid maupun keputusan Rektor.
“Kita masih mengikuti janji kita dengan Kementrian Agama dan Pemerintah Daerah, apalagi Rektor sudah tandatangan kesepahaman dengan Gubernur bahwa UIN Mataram menjadi salah satu lembaga benteng mata rantai penyebaran Covid-19” Jelasnya.
Keterbatasan jumlah Satgas yang juga merangkap sebagai jabatan menjadi tidak bisa mengawasi secara keselurahan, sehingga ia minta kerjasama dari seluruh Civitas Akademika agar mentaati Keputusan tersebut dan dapat melaporkan apabila ada yang melakukan kuliah secara tatap muka.
“Kita terbatas hanya beberapa orang tapi itu juga dalam jabatan jadi gak bisa selalu keliling setiap hari, kalau ada laporan bisa ditegur dan kita ajukan ke pimpinan sehingga menjadi dasar Rektor membuat Keputusan, apalagi kalau sampai menghawatirkan” Lanjutnya sebagai kepala bagian administrasi dan umum
Ia mengharapkan pengawasan dan komitmen disetiap Fakultas sama ketika pimpinan tertinggi mengatakan tidak boleh kuliah Offline maka tidak ada yang melakukannya
“Meskipun kuliah Online memang tidak efektif, namun bagaimana lagi sampai kemudian kita dinyatakan bebas atau kita divaksin baru bisa tenang melakukan kegiatan” Tutupnya.
Kuliah Online akan tetap dilaksanakan sampai ada sikap dari Pemerintah Daerah dan dikeluarkannya Keputusan Rektor, meskipun ada wacana Januari boleh melakukan kuliah tatap muka, UINMA akan tetap bergantung pada Pemda karena setiap Daerah memiliki kondisi yang berbeda.

