
Ro’yuna Redaksi-Kericuhan sempat mewarnai hari terakhir PBAK. Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 16:00 WITA, di halaman gedung Rektorat Kampus II UIN Mataram, Rabu (9/8/2023).
Diketahui kericuhan bermula ketika kampanye yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi eksternal kampus, dalam rangka pengenalan kepada mahasiswa baru. Di tengah kegiatan pengenalan, sempat terjadi bentrok antar organisasi tersebut di samping halaman gedung Rektorat.
Saat kejadian berlangsung, tim LPM Ro’yuna mengkonfirmasi penyebab bentrokan, beberapa anggota menerangkan bahwa bentrokan tersebut sengaja dibuat.
Hal ini untuk menarik perhatian dari mahasiswa baru yang baru saja menyelesaikan kegiatan PBAK, agar mendaftar sebagai anggota organisasi tersebut nantinya.
“Gak ada apa-apa, cuma gimmick aja,” jelas mereka.
Sementara pernyataan yang berbeda diberikan oleh anggota yang lain, menurut mereka bentrokan ini terjadi lantaran diduga ada provokator.
“Rebutan perhatian kader,” jelas salah satu anggota organisasi tersebut.
Bentrokan dua kelompok mahasiswa tersebut sempat ditenangkan oleh anggotanya sendiri. Namun justru aksi kembali terjadi di depan halaman Rektorat UIN Mataram.
Bentrokan dua kelompok mahasiswa tersebut, membuat sejumlah mahasiswa baru justru ketakutan. Seperti yang dirasakan oleh mahasiswa program studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Mulyani.
“Takut lihatnya, soalnya pertama kali,” kata Mulyani
Sebelum terjadi kericuhan, sejumlah organisasi eksternal tersebut sempat melakukan kampanye di depan gedung Auditorium Kampus II UIN Mataram, sembari menyambut mahasiswa baru yang usai melaksanakan kegiatan PBAK.
Kegiatan kampanye ini sempat membuat aktivitas mobil Ambulance terkendala dalam membawa mahasiswa baru yang sakit menuju klinik, dikarenakan jalanan yang dipenuhi oleh anggota kampanye dan mahasiswa baru. Namun 20 menit kemudian dapat teratasi oleh salah satu anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) yang membantu membuka jalan.
Aktivitas ini membuat salah satu mahasiswa dari prodi Tadris IPS Solihah juga mengaku kesulitan untuk pulang karena anggota kampanye yang memenuhi jalanan menuju gerbang keluar kampus. Hal ini juga turut dialami oleh beberapa mahasiswa baru lainnya yang ingin pulang.
“Lagi capek. Pengen pulang tapi harus nunggu sepi dulu biar bisa keluar”, ucap Solihah saat ditemui oleh Tim LPM Ro’yuna di gedung Auditorium.
Berbeda dengan mahasiswa baru lainnya yang menjadikan kampanye ini sebagai obat dari rasa lelah setelah mengikuti kegiatan pbak. Mereka juga mengaku sangat senang dan merasa terhibur. Salah seorang mahasiswa baru dari prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Thalita ini contohnya.
“Saya senang, merasa bahagia karena saya suka suasana ramai,” ungkap Thalita yang pada saat itu sedang menikmati kegiatan kampanye. (LK)






