Oleh: Juli Hari ini cukup lelah rasanya Tapi, tak tau bagaimana cara mengekspresikannya. Hanya diam, termenung serta bingung Berharap pulang akan dapat pengertian. Tapi, memang benar ekspektasi kadang mengecewakan. Kata

Photo by Pinterest Oleh : Miya   Umi Pendongeng handal Solatnya lama Nasihatnya sebaik buku Ngajinya syahdu Sebelum matahari terbit sudah ke Sawah dan minum kopi   Bilik-bilik kosong Suara

Photo by Pinterest oleh : Unlock   Untuk kali ini, tak ada rasa sakit Tak ada sesak di dada Hatiku seakan kosong Beruntung tak ada harap yang tumbuh Beruntung tak

Oleh : Kinan Raditama   Bahkan ketika rintik itu berbunyi ada kilasan masa lalu yang selalu bermuara di senyumanmu. Tak seperti orang lain, kamu memperlakukan hujan layaknya taman bermain. Aku

Oleh : Kinan Raditama Aku menjelma debu dan bertebar di mana mana. Tak terikat ruang Hanya tersisa aku dan lintasan impian Yang hilang. Yang Mencari Yang tak pernah ditanya Di

Oleh : Kinan Raditama Antar-pulau dan seorang tualang gila Kota metropolitan masih terlelap Kabut memayungi jalanan Dan senyummu, membawaku pada dunia yang liar. Segala-galanya gila. Tak bisa kupastikan, malam ini

 Tak ada yang tahu, tak ada yang mengerti Aku menulis puisi, lalu menghapusnya kembali Nyatamu yang tak pernah kumiliki Tentangmu yang tak bisa ku mengerti Aku sakit hati, ragu tuk

Nampaknya aku disini masih terpatri dengan harapan itu Terus menanti meski tahu ujung akan kecewa Pikiran itu menari-nari menglingkari kepalaS Sedang aku masih saja terdiam ditempat yang sama   Hai

Semakin hari pelecehan semakin menjadi, terutama untuk sesama kaumku “PEREMPUAN” Kasus pelecehan seolah olah hal biasa yang dilakukan ,tak pernah berfikirkah bagaimana hancurnya hati ini? Dimana ruang aman untuk aku