April Terimakasih atas jawaban yang membuat mentalku di bantai Satu jawaban yang tak ku sangka Satu kata di pendam dengan hebat Tangis yang di tahan tanpa ampun April Tawa
Masa Lalu
Nampaknya aku disini masih terpatri dengan harapan itu Terus menanti meski tahu ujung akan kecewa Pikiran itu menari-nari menglingkari kepalaS Sedang aku masih saja terdiam ditempat yang sama Hai
Lantas Dimana Hakku?
Semakin hari pelecehan semakin menjadi, terutama untuk sesama kaumku “PEREMPUAN” Kasus pelecehan seolah olah hal biasa yang dilakukan ,tak pernah berfikirkah bagaimana hancurnya hati ini? Dimana ruang aman untuk aku
Aku Ingin kembali, Itu Saja
Sungguh menyesakan, malam ini terasa lebih dingin dari sebelumnya. Hari ini, malam sepertinya tidak melakukan tugasnya kali ini. Suara-suara rindu itu kembali mendayu.Ponsel berbunyi keras. “Ada apa ?” tidak seperti
Sendu
2021 Aku pikir dunia akan selalu ramah Sampai waktu datang membawa duka yang membekas di kalbu Kenapa Tuhan memberi sedikit kebahagiaan? Kenapa bahagia sesingkat ini? Saat tuhan memisahkan dua insan
Aku Mahasiswa
Aku mahasiswa, dan aku jauh dari kata orang-orang Yang mengatakan mahasiswa itu adalah era perubahan Aku kurang dalam segala hal Aku mahasiswa, Dan aku masih selalu diam
Percaya Diri Adalah Awal Mengenal Diri
“Hidup itu dibawa santai, kalau sudah usaha dan hasilnya tidak sesuai keinginan ya terima saja. Kan masih ada jalan yang lain” ucap Laili seorang Mahasiswa UIN Mataram. Laili tinggal bersama
Cinta Buta
Cinta Buta Hari itu Sabtu, yaahh.. angin pantai hari itu Suasana di hari itu memang tenang-tenang saja, padahal seorang insan yang ku sebut diriku itu, sedang tidak menentu dengan hatinya
Pergi dan Patah
Melangkah tampa pasti Membawa hati yang telah mati Lantas apa yang ku dapati Ketia kamu berpindah kelain hati Tak dapat ku pungkiri Kamulah cinta sejati Namun hianat datang kembali Hancurkan
Kepastian di Ujung Senja
Hari itu hujan turun dengan derasnya, langit gelap gulita dihiasi kilatan cahaya di berbagai penjuru. Keadaannya benar-benar mewakili perasaanku kala itu dan menjadi saksi bisu bahwa aku harus menerima kegagalan
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- Berikutnya
