Sungguh menyesakan, malam ini terasa lebih dingin dari sebelumnya. Hari ini, malam sepertinya tidak melakukan tugasnya kali ini. Suara-suara rindu itu kembali mendayu.Ponsel berbunyi keras. “Ada apa ?” tidak seperti

2021 Aku pikir dunia akan selalu ramah Sampai waktu datang membawa duka yang membekas di kalbu Kenapa Tuhan memberi sedikit kebahagiaan? Kenapa bahagia sesingkat ini? Saat tuhan memisahkan dua insan

    Aku mahasiswa, dan aku jauh dari kata orang-orang Yang mengatakan mahasiswa itu adalah era perubahan Aku kurang dalam segala hal Aku mahasiswa, Dan aku masih selalu diam  

Cinta Buta Hari itu Sabtu, yaahh.. angin pantai hari itu Suasana di hari itu memang tenang-tenang saja, padahal seorang insan yang ku sebut diriku itu, sedang tidak menentu dengan hatinya

Melangkah tampa pasti Membawa hati yang telah mati Lantas apa yang ku dapati Ketia kamu berpindah kelain hati Tak dapat ku pungkiri Kamulah cinta sejati Namun hianat datang kembali Hancurkan

Hari itu hujan turun dengan derasnya, langit gelap gulita dihiasi kilatan cahaya di berbagai penjuru. Keadaannya benar-benar mewakili perasaanku kala itu dan menjadi saksi bisu bahwa aku harus menerima kegagalan

Oleh:Robby Firmansyah Dalam kesunyian malam Aku berbisik pada keheningan Adakah setitik harap padanya Namun balas tak kunjung ada Hati kian berharap Pada ia yang tak mengharap Jiwa yang terbelenggu Oleh

Oleh : Andrian, Mahasiswa UIN Mataram, Anggota Lpm Ro’yuna ——————————————- Aku ingin tertawa Melihat tingkah lakumu Yang selalu membuatku rindu Akan kehadiran dirimu Rasa takut kehilangan Kini menjelma menjadi nyata