Oleh : Kinan Raditama Antar-pulau dan seorang tualang gila Kota metropolitan masih terlelap Kabut memayungi jalanan Dan senyummu, membawaku pada dunia yang liar. Segala-galanya gila. Tak bisa kupastikan, malam ini

 Tak ada yang tahu, tak ada yang mengerti Aku menulis puisi, lalu menghapusnya kembali Nyatamu yang tak pernah kumiliki Tentangmu yang tak bisa ku mengerti Aku sakit hati, ragu tuk

Nampaknya aku disini masih terpatri dengan harapan itu Terus menanti meski tahu ujung akan kecewa Pikiran itu menari-nari menglingkari kepalaS Sedang aku masih saja terdiam ditempat yang sama   Hai

Semakin hari pelecehan semakin menjadi, terutama untuk sesama kaumku “PEREMPUAN” Kasus pelecehan seolah olah hal biasa yang dilakukan ,tak pernah berfikirkah bagaimana hancurnya hati ini? Dimana ruang aman untuk aku

Sungguh menyesakan, malam ini terasa lebih dingin dari sebelumnya. Hari ini, malam sepertinya tidak melakukan tugasnya kali ini. Suara-suara rindu itu kembali mendayu.Ponsel berbunyi keras. “Ada apa ?” tidak seperti

2021 Aku pikir dunia akan selalu ramah Sampai waktu datang membawa duka yang membekas di kalbu Kenapa Tuhan memberi sedikit kebahagiaan? Kenapa bahagia sesingkat ini? Saat tuhan memisahkan dua insan

    Aku mahasiswa, dan aku jauh dari kata orang-orang Yang mengatakan mahasiswa itu adalah era perubahan Aku kurang dalam segala hal Aku mahasiswa, Dan aku masih selalu diam  

Cinta Buta Hari itu Sabtu, yaahh.. angin pantai hari itu Suasana di hari itu memang tenang-tenang saja, padahal seorang insan yang ku sebut diriku itu, sedang tidak menentu dengan hatinya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.