Hanya ada dinding tawa yang tak seindah dulu iramanya, terdengar sumbang walau cantik pesonanya… Tak seelok dulu rupanya, cantik rupawan lentik pula matanya, tak bisa menapik air mata yang gugur
Rampung
Daksa tuan amerta dalam sajakku, Sebab, memori itu tersimpan rapi dalam beberapa bait tulisanku. Menyimpan memori indah dengan begitu rapinya. Menyelimuti ketidaksempurnaan pertempuran kita. Biar daksamu abadi dalam cerita. Meski
Bapak
Disudut hati yang terluka akan asa, ada sosok yang senantiasa mengusaha.. Ada sosok yang senantiasa jadi garda ketika sakit diterpa derita.. Memikul harap serta caci dari pelipur lara yang terjerat
Di luar Rencana
Jatuh cinta padanya, Adalah hal yang tak pernah ada dalam recana. Jangankan jatuh cinta, Dekat saja tak pernah ku damba. Asmaraloka itu datang dengan sendirinya. Menyapa hati yang baru saja
Terbelenggu Asa
Aku hanyalan anak asa…. Banyak sekali hal yang ku pertaruhkan untuk asa, salah satunya retak tak tertahan Tak ada hal yang ku pikirkan berlebihan kecuali asa.. Padahal realita nya, semu
Bisakah Aku Kembali?
Siapa dirimu hingga orang kan berlari ke arahmu? Siapa kamu hingga orang kan bersedia mendengar mu? Siapa kamu hingga berani sekali bermimpi akan ada yang mencintaimu? Siapa kamu hingga berani
Balik Deru Perjuangan
Oleh: Lana Di balik deru perjuangan, Ada jiwa yang tak pernah lelah. Bergelut dalam setiap peluh dan mimpi, Mengukir harapan di tengah resah. Dalam setiap langkah yang tertatih Ada resah
Mengarungi Badai
Oleh: Lana Di lautan kehidupan yang luas tak berujung berlayar dengan hati yang penuh semangat Melintasi ombak,badai yang mengamuk Dalam pencarian makna yang tak ujung. Tiada perjalanan tanpa cobaan, Tiada
Kerinduan yang Tersembunyi
Oleh: Lana Rindu yang terpendam,Bagai riak-riak di permukaan air tenang.Meski tersembunyi di balik senyuman,Ia merindukan sentuhan hangat serta kata yang tak terucap. Dalam heningnya malam,Rindu mengalun dalam diam,Menyusuri lorong kenangan,Menyisakan
Sendu Di Malam Ini
Oleh: Rabiah Di lorong-lorong gelapnya malam Pada tumpukan-tumpukan kardus bekas kimiawi. Ia duduk menghadap kiblat dengan kesedihan. Sembari diskusi dengan diri sendiri, tentang apa yang paling sabar, selain hatinya yang
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Berikutnya
