Aku meninggalkan kota di dalam kepalaku Jalan-jalannya dipenuhi puing janji berbau serbuk luka dari kenangan lama Dibelakangku, rasa takut Masih meledak di bukit-bukit sunyi, Sementara di depanku terbentang Padang asing
Asa yang Terluka
Asa itu pupus… Menghapus jejak harap yang terjerat labirin hampa yang menguar, Mengikat harap yang mencekik leher sang puan… Melolong ampun yang tak terdengar… Semua orang tuli, tak dengarkah teriakan
Kebebasan
Aku bebas, aku juga kuatTidak terikat, maupun terlambat Aku berani, untuk majuMenuju impianku, tanpa ragu Aku bebas bersuaraMengungkapkan isi,pikiran,tanpa takut Aku bebas melangkahMenjelajahi dunia, tanpa batas Aku bebas memilihMenentukan jalanku,
Cinta di Antara Dua Doa
Kau berdoa menghadap timur, aku menunduk ke arah barat. Namun di antara arah yang berbeda itu, ada langit yang sama, menatap kita dalam diam. Kau memanggil nama Tuhanmu dengan lantunan
Laut yang Menjadi Cermin
Di sela debu yang menari di jendela, kudapati laut memungut bayang-bayang… setiap ombak adalah jarum jam yang menjahit tepian kenangan. Aku ingin menyelam ke dasar pasir waktu, menggenggam butir-butir rindu
Andai Aku Tidak Mengenalmu
Kehadiranmu seperti semburat cahaya hangat, Yang kini mendekap isi hatiku.. Namun juga seperti hujan yang datang, Lalu pergi meninggalkan sisa genangannya Luka itu seakan menggerogoti jiwaku, Hangatmu sudah lenyap Berubah
Dinding Tawa, Jejak Air Mata
Hanya ada dinding tawa yang tak seindah dulu iramanya, terdengar sumbang walau cantik pesonanya… Tak seelok dulu rupanya, cantik rupawan lentik pula matanya, tak bisa menapik air mata yang gugur
Rampung
Daksa tuan amerta dalam sajakku, Sebab, memori itu tersimpan rapi dalam beberapa bait tulisanku. Menyimpan memori indah dengan begitu rapinya. Menyelimuti ketidaksempurnaan pertempuran kita. Biar daksamu abadi dalam cerita. Meski
Bapak
Disudut hati yang terluka akan asa, ada sosok yang senantiasa mengusaha.. Ada sosok yang senantiasa jadi garda ketika sakit diterpa derita.. Memikul harap serta caci dari pelipur lara yang terjerat
- 1
- 2
- …
- 4
- Berikutnya
