Oleh : Kinan Raditama
Bahkan ketika rintik itu berbunyi ada kilasan masa lalu yang selalu bermuara di senyumanmu.
Tak seperti orang lain, kamu memperlakukan hujan layaknya taman bermain.
Aku tak pernah melihat seorang malaikat menari seperti itu.
Riangnya yang jujur membuat seisi kota lebih hangat dari biasanya.
Hujan semakin ramai, semakin samar orang-orang.
Mereka meneduh sukar berkeliaran.
Dan aku hanya berpelukan pada buku-buku dee Lestari.
Tariklah aku dan kemudikan aku,
daripada mata yang tertuju pada lembaran dan ingatan yang selalu bicara.
Aku ingin bermain denganmu,
diantara hujan ataupun dercit burung itu.



