Aksi Jilid II Tolak Wisuda Online.

oleh -28 views

UIN Mataram, Ro’yuna redaksi. —Bertempat di lokasi yang sama halaman gedung rektorat kampus I UIN MATARAM Masa aksi Kembali adakan demonstran terkait dengan problemtika yang sama (penolakan wisuda online). mataram.02 September 2020.

Batalnya rapat pimpinan 1 hari yang lalu (selasa, 01 September 2020) antara perwakilan aliansi dengan para pejabat kampus nampaknya mengakibatkan masa aksi kembali turun lagi hari ini. Kurangnya kejelasan dan kelanjutan dengan hal itu juga yang mengakibatkan terjadinya aksi ini lagi.

´´Kami turun lagi karena kemarin kami tidak jadi melakukan rapat dengan para pimpinan´´. ujar andri selaku kordum pada aksi yang kedua ini.

Tuntutan yang masih disuarakan oleh demonstran pada aksi yang ke II ini adalah masih sama dengan tuntutan aksi yang pertama yakni penolakan wisuda online namun kali ini juga para demonstran menyuarakan agar wisuda dilakukan secara ofline dan memberikan solusi kepada kampus yakni dengan mengadakan wiuda ofline secara bergantian atau berfakultas saja dengan ingin mendatangkan orang tua mereka pada saat wisuda nanti.

Pada saat bersamaan itu juga Dr. Hj. Nurul Yaqin, M.Pd selaku WR III Hadir ditengah-tengah aksi para demonstran tepatnya di depan gedung rektorat yang tiada lain yakni untuk mendengarkan tuntutan dari para demonstran.

Pihak kampus juga memahami tuntutan dari para demonstran yang menolak wisuda online besok.
Namun pihak kampus sendiri tidak berani mengambil Resiko pada saat keadaan Masa pandemi saat ini.
´´kami paham dengan kemauan anak-anak, tapi kami tidak berani mengambil resiko´´
Ujar Dr. Hj. Nurul Yaqin, M.Pd

Mahasiswa terus meminta offline

Dalam suasana panas matahari yang semakin naik, para demonstran/masa aksi tidak mengendurkan semangatnya untuk menuntut kampus agar meniadakan wisuda online.

Dan sampai terdengar teriakan dari para demonstran yang mengatakan UIN Mataram tidak menggunakan hati nurani dalam mengambil kebijakan, tidak mengasihi orangtua kami yang lelah berjuang sampai wisuda saat ini.

“kami mohon sama Ibu tolong berikan kebijakan untuk wisuda offline, kami ingin melihat senyum orangtua kami datang ke wisuda” ungkap korlap 2 disambut tangisan mahasiswa yang ikut aksi.

Melihat aksi para demonstran yang tak mau menyerah dengan tuntutannya ditengah suasana pagi menjelang siang dengan terik panas matahari saat itu, WR III Meninggalkan para demonstran menuju ruangannya hal itu dilakukan ibu WR III untuk mengajak perwakilan dari demonstran untuk mediasi dan mencari solusi terhadap hal tersebut.

Negosiasi Masih Berlanjut, WR III Mintai Solusi Dari Para Aksi Demonstran.

Merasa kasihan dengan para aksi yang orasi ingin mendatangkan orang tua pada saat wisuda nanti, WR III Ajak Perwakilan Berunding/mediasi diruangan WR III.

Hal ini dilakukan WR III dikarenakan merasa kasihan dan tidak tega melihat para Mahasiswa yang aksi ditengah panas.
Oleh karena itu, pihak kampus mengajak Perwakilan demonstran untuk berunding atau mediasi lagi.

Ajakan dari WR III ini adalah bagaimana Untuk mencari solusi terkait dengan keinginan para Mahasiswa untuk wisuda offline dan ingin mendatangkan orang tua pada saat wisuda nanti.

´´Saya ingin mencari solusi untuk wisuda ini´´
ujar WR III di depan para perwakilan masa aksi salah satunya kordum aksi (Andri) dan 3 Mahasiswa lainnya.

Sementara itu dari pihak Mahasiswa sendiri masih bersikeras untuk mengajukan tuntutan supaya wisuda online dibatalkan dan diganti dengan wisuda offline dan sambil memberikan Solusi yakni, wisuda secara bergantian atau berfakultas.

´´Solusi kami, bagaimana kami diwisudakan dengan cara berfakultas saja dengan mendatangkan orang tua kami´´. Ujar andri (kordum) kembali ketika dimintai solusi oleh ibu WR III.

Bahkan perwakilan dari para aksi yang berada di dalam ruangan tersebut juga mengungkapkan dan menceritakan kepada Pihak kampus, bahwasanya ini merupakan pertama kali dia mengikuti aksi demonstran selama 4 tahun kuliah dikarenakan tidak bisa menerima kebijakan tentang wisuda online ini.

´´ini pertama kalinya saya ikut demo selama kuliah di UINMA ini bunda´´ ujar salah satu mahasiswa yang ikut hadir dalam mediasi tersebut.

Menanggapi tuntutan dan solusi itu pihak kampus masih dengan jawaban yang sama, bahwasanya tidak mau mengambil resiko dan lebih memilih dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan para mahasiswa.

´´jangankan mau adain berfakultas yang satu fakultas bisa mencapai ratusan oraang. ditambah dengan kedua orang tua masing´´
ujar WR III Menanggapi tuntutan dan solusi dari para aksi.

Hal itu juga ditegaskan kembali oleh Kabag kemahasiswaan UIN Mataram bahwasanya pihak kampus tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan pihak kampus juga lebih mengutamakan keselamatan para mahasiswa.
´´bukannya kami tidak inginkan hal itu, namun kami juga memperhatikan adik-adik, lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan adik-adik´´. ungkap Drs. Nuruddin, M.H Selaku Kabag kemahasiswaan yang juga hadir pada saat itu.

Membutuhkan waktu yang begitu lama untuk berunding/mediasi antara kedua perwakilan tersebut nampaknya belum menemukan jawaban atau solusi dari hal di atas. Dan hingga sampai saat ini keputusan Final dari mediasi itu, baik dari pihak kampus sendiri tetap akan mengadakan wisuda secara online dikarenakan kampus tidak berani mengambil keputusan begitu saja pada saat masa pandemi ini dan itu juga merupakan peraturan dari pusat. Dan dari Masa aksi masih tetap menolak kebijakan wisuda online dengan diganti wisuda offline yang secara berfakultas.

Namun pihak kampus berharap agar calon wisudawan yang sudah mendaftar supaya segera diurus oleh bidang akademik administrasi kampus dan sejauh ini juga lebih dari 300 ratusan mahasiswa yang sudah mendaptar.

´´yang sudah di yudisium sudah jalan hampir 60 persen dan lebih dari 300 Mahasiwa/mahasiswi sudah daftar´´
yang sudah yudisium tetep akan diundang untuk wisuda. Lanjut Drs. Nurudin M.H di sela-sela akhir waktu mediasi. (Ro’yuna-yhik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.