Stadium General FDIK UINMA Hadirkan Narasumber Direktur Jendral PHU

oleh -96 views

Ro’yuna redaksi- Mengusung tema Sertifikasi Haji dan Umrah Peluang dan Tantangan dalam Penguatan Literasi dan Bimbingan, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) mengadakan Studium General (SG) tahun Akademik 2021/2022 di Auditorium Kampus II UIN Mataram pada Selasa, 1 Maret 2022.

Sebelum dimulai, terdapat beberapa penampilan yang dipersembahkan oleh perwakilan mahasiswa FDIK UIN Mataram diantaranya solawat, akustik dan puisi. Bahkan Wakil Dekan (WD) III ikut berpartisipasi menampilkan lagu Islami bersama mahasiswi.

Acara tersebut di hadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Tahir, M. Ag., Direktur Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Prof. Hilman Latief, M. A., Ph. D., Dekan FDIK Dr. Muhammad Saleh Ending, MA., Wakil Dekan (WD) III Dr. H. L. Ahmad Zaenuri, Lc., MA., Kepala Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) yang ada di FDIK, para dosen FDIK, serta mahasiswa FDIK UIN Mataram.

Dalam acara tersebut, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Tahir, M. Ag., menjelaskan tentang kampus yang terdiri dari 30 program studi (prodi), yang terdiri dari 23 S1, 6 S2 dan 1 S3. Selain itu, ia juga menyampaikan harapannya terhadap alumni-alumni FDIK.

“Kita mengharapkan menjadi alumni-alumni yang mampu bersaing, tidak hanya di internal atau di kelas namun juga di luar,” ujarnya di sela-sela sambutan.

Di sisi lain, narasumber dalam acara tersebut yaitu Direktorat Jendral Penyelenggaran Haji dan Umroh (PHU) Prof. Hilman Latief, M. A., Ph. D., menyampaikan jumlah orang-orang yang menunggu giliran untuk berangkat haji yang tak sesuai dengan kuota haji yang suda ditentukan.

“Saat ini ada 5,2 juta orang yang mengantri untuk melaksanakan ibadah haji, sementara kuota haji normal hanya 220.000. Orang-orang mengantri untuk melaksanakan ibadah haji selama 20-25 tahun, di Mataram biasanya 30-35 tahun bahkan ada yang sampai 45 tahun,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan hal-hal yang dilakukan oleh pihak PHU terhadap para jemaah haji, bukan hanya sekedar mendapatkan haji yang mabrur, namun juga proses mulai dari berangkat hingga proses ketika sudah berada di Makkah.

“Melaksanakan haji bukan hanya berbicara tentang bagaimana seseorang bisa mendapatkan haji yang mabrur, tetapi lebih dari itu bagaimana cara kita mengirim mereka ke sana, bagaimana cara kita menanage ratusan ribu orang dalam satu waktu, bagaimana cara kita memanage transportasi untuk ratusan ribu orang dalam waktu yang sangat singkat, bagaimana cara kita membagi menyediakan 17 juta porsi makanan untuk jama’ah yang melaksanakan proses ibadah haji,” ungkapnya. (JNH-AF)

1xbet deneme bonusu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.