Raih Peluang Kerja Cepat dengan Personal Branding: The 2nd Gen-Z Creatizen Fest Menyajikan Strategi Terkini untuk Membangun Citra Diri yang Kuat

oleh -34 views
Seminar The 2nd Gen-Z Creatizen Fest dengan Tema “Personal Branding: Creating a Strong Profesional Image” yang dilaksanakan di Auditorium Kampus II UIN Mataram pada Kamis (16/11/2023)

Ro’yuna Redaksi-Mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram, sukses gelar seminar sekaligus festival dalam acara The 2nd Gen-Z Creatizen Fest dengan tema “Personal Branding: Creating A Strong Profesional Image”, Kamis (18/11/2023).

Sebagaimana diketahui tema yang diusung berangkat dari isu-isu ketenagakerjaan di Indonesia, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti halnya, tantangan yang dialami oleh sejumlah pemuda terhadap tingginya tingkat pengangguran dan perubahan teknologi yang sangat cepat. Meskipun mereka telah menamatkan pendidikannya.

Terkait hal ini, membahas tentang personal branding di era revolusi industri four point zero (4.0) adalah sebuah keharusan dan hal yang tepat, serta penting untuk dibahas di kalangan mahasiswa. Sebagimana disampaikan oleh Dekan FEBI Prof. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., dalam sambutannya.

“Personal branding di era saat ini merupakan sebuah keharusan. Bukan menjadi pilihan dan bukan lagi hal yang harus direnungkan,” ungkapnya.

Seminar yang berlangsung di Aditorium Kampus II UIN Mataram tersebut menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Founder Lombok Women Preneur Club, Indah Purwanti Ningsih dan Owner The Hungry Sushi, Mar’atus Sholihah. Selain itu, salah satu Dosen FEBI Restu Fahdiansyah juga turut menjadi narasumber dalam seminar ini.

Disampaikan oleh Indah Purwanti, ada tiga rumus dalam memulai personal branding yang ia kutip dari seorang influencer sekaligus karyawan BUMN yakni Vina Muliana. Pertama Diri sendiri, kedua Diferensiasi, dan ketiga Dijalani.

Dengan memulai memahami diri sendiri, seperti menjelajahi minat, nilai, dan tujuan pribadi maka seseorang yang sedang memulai personal branding akan bisa menentukan keunikan yang dimiliki. Kemudian hal tersebut dapat ditunjukkan melalui pesan atau informasi yang bersamaan dengan tindakannya, sehingga dapat memperlihatkan citra yang baik kepada masyarakat.

“Rumus 3D ini sangat penting dilakukan dalam memulai personal branding, karena dapat membangun reputasi maupun citra yang baik dalam diri kita nantinya,” kata Indah.

Sementara Mar’atus Sholihah atau yang akrab disapa Mara menyebutkan, kesulitan dan keterbatasan merupakan bahan bakar yang paling bagus untuk mencapai kesuksesan dalam personal branding.

“Semakin sulit hidup kita, semakin tinggi semangat kita,” ucapnya.

Meski demikian, ia juga mengatakan banyak peluang kerja yang datang kepada seseorang yang memiliki personal branding yang kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan terus menciptakan identitas positif dari dalam dirinya.

“Semakin kita membranding diri kita, maka akan semakin banyak peluang-peluang yang akan kita dapat,” pungkas Mara.

Mempertegas materi dari Owner The Hungry Sushi tersebut, Restu fardiansyah menyampaikan bahwa personal branding adalah kegiatan untuk mengenalkan diri seseorang kepada dunia, agar orang tersebut berhenti mencari peluang dan membiarkan peluang itu datang dengan sendirinya.

“Biarkan kalian didatangi oleh peluang itu”, tegas Restu.

Ketiga narasumber ini juga menyampaikan hal yang sama dalam sesi penyampaian materi masing-masing. Hal tersebut terkait dengan pentingnya penggunaan media sosial, sebagai alat dalam melakukan personal branding.

Sekitar 300 mahasiswa se-Pulau Lombok tampak antusias mengikuti seminar ini. Menurut mereka, materi yang disampaikan dapat menjadi pengetahuan dan pengalaman baru yang bisa menjadi gambaran dalam memulai personal branding. Sebagaimana yang dirasakan oleh salah satu Mahasiswa UIN Mataram, Hulwaturroi.

“Tentu setelah ikut seminar ini, saya memiliki gambaran untuk berusaha membentuk personal branding,” tuturnya.

Puncak acara The 2nd Gen-Z Creatizen Fest akhirnya ditutup dengan pagelaran festival seni pada malam hari. Beragam bakat seni yang ditampilkan oleh mahasiswa, seperti seni musik, tari, dan pencak silat merupakan cara untuk menunjukkan kreativitas dan bakat para Generasi Z. Hal ini dikatakan langsung oleh Ketua Panitia, Haykal.

“Selain buat hiburan, acara festival ini juga sebagai cara buat nunjukin kalau Gen-Z itu punya kreativitas dan bakat yang positif,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Dosen Pembina Mahasiswa Pariwisata Syariah, Wahyu. Ia mengaku bangga kepada mahasiswa karena mampu menggelar acara dengan sukses dan ia berharap melalui acara ini, Mahasiswa Pariwisata Syariah mendapat pengetahuan dan pengalaman tentang Event Oganizer serta dapat diterapkan ketika lulus nanti.

“Alhamdulillah mereka mampu melaksanakan proyek ini. Semoga kedepannya, mereka dapat mengamalkan pengalaman menjadi Event Organizer ketika besok mereka keluar,” imbuhnya.

(YATI)

3xlwin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.