Tak ada yang tahu, tak ada yang mengerti
Aku menulis puisi, lalu menghapusnya kembali
Nyatamu yang tak pernah kumiliki
Tentangmu yang tak bisa ku mengerti
Aku sakit hati, ragu tuk mengulanginya sekali lagi
Kularungkan saja puisi hari ini
Ke dalam lautan sepi tak bertepi
Semoga kamu menemukanku seperti kinan dan kugy
Fita, sepi ini menggangguku
Tak ada pengunjung menghampiriku
Raut senja ditenggelamkan awan
Jelaga saja aku hari ini
Bertahan antara aku dan bumi
Siapa yang pertama akan mati
Puisi ini menghilang lagi
Tertanda….
Hilang kendali. (Kinanraditama)





