Proses Pembentukan Akhlak Pada Anak

oleh -48 views

Anak yang memiliki akhlak al-karimah tidak terujud secara tiba-tiba, akan tetapi melalui tahap dan proses kehidupan dan pendidikan agama, baik digunakan keluarga maupun dilungkungan social. Menutut imam Ghazali “ seorang anak dapat mencapai tigkat pribadi yang luhur dan mulia, perlu menemuh beberapa tahapan diantaranya: memiliki kesucin jiwa dari akhlak yang rendah dan watak tercela, menanamkan mananamkan akidah ketauhidan dan menjaga kehormatan orang tua”. Kemudian Yunan Nasution berpendapat : “ anak didik dapat mecapai tingkat akhlak karimah yang mulia sesuai dengan nasihat luqmaul hakim yang terdiri dari : penumbuhan akidah, berbakti, memiliki mental yang sehat, membiasakan diri dalam berbuat kebaikan ada lingkungan keluarga dan budi pekerti:. Dengan demikian berdasarkan beberapa pendapat diatas bahwa tahap anak didik yang memiliki akhlak al-karimah dapat dikelompokan menjadi:

1.Anak didik memiliki kehidupan yang kuat, tekun beribadah dapat berbakti dan mengabdi terhadap orang tuanya ataupun sesame.

2. Anak dapa menjaga kehormatan orang tuanya atau keluarganya.

3.Anak memiliki mental yang kuat dan memiliki budi pekerti yang luhur.

Metode yang yang digunakan untuk mencapai keberhasilan tujuan pembentukan akhlak al-karimah pada anak adalah sebagai berikut :

1. Metode uswatun hasanah ( suri tauladan ) contohnya keteladanan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang mengandung nilai pedagogis bagi para pengikutnya.

2. Metode hiwar yang berarti mengadakan pecakapan atau dialog sehingga dapat meyakinkan anak.

3. Metode ini dapat dikembangkan menjadi metode diskusi atau Tanya jawab.

4. Metode pembiasaan, contohnya membiasakan mencuci tangan sebelum makan, mandi tiga kali sehari, membiasakan mengucapkan salam dan masih banyak lagi. Metode ini dikembangkan dengan eksperimen dan demonstrasi.

Metode Ibrah atau kisah-kisah, metode ini dapat digunakan untuk meyakinkan adab yang baik terhadap lingkungan social. Selain itu dapat digunakan dengan mengambil hikmah-hikmah yang terkandung dari kisah-kisah para Nabi, sahabat, dan para kekasih Allah, sehingga dapat menimbulkan keteguhan dan kepribadian terhadap allah, diri sendiri, keluarga maupun ligkungan social.

5. Metode peringatan

6. Metode amtsal ( perumpamaan ) alqur’an dan nabawi.

Materi yang dapat digunakan dalam pembentukan akhlak pada anak antara lain: caramenumbuhkan dan memelihara akhlak terpuji, dimaksud bahwa seseorang perlu memiliki kepribadian yang terpuji, apabila telah memiliki maka perlu dilaksanakan pemeliharaannya, yaitu dengan cara melaksanakan dan mengamalkannya, materi berikutnya yang dapat digunakan yaitu membahas adab-adab yang baik itu anak mampu menilai bagaimana adab terhadan orang tuanya, terhadap sesame teman dilingkungannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara mencegah akhlak-akhlak yang buruk atau tercela adalah denga menghindari akhlak-akhlak yang buruk (tercela).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.