Ro’yuna Redaksi – Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) UIN Mataram tahun 2026, berlangsung dengan persiapan yang di nilai kurang matang.
Di lansir dari laman Instagram @kpum_uinmataram, tertera jadwal pemilwa pada Sabtu, 17 Januari 2026. Secara tiba-tiba dimajukan pada Jum’at 16 Januari 2026 pukul 08.30 WITA dan berlokasi di Auditorium kampus I UIN Mataram.
Namun pelaksanaan kegiatan juga mengalami keterlambatan berlebih. Realitinya forum baru dimulai pukul 15.30 WITA. Berdasarkan keterangan salah satu delegasi dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika, mengatakan proses pemilihan bermasalah dari segi persiapannya.
“Mungkin dari persiapan ya, tapi ini udah terlalu lama ngaretnya, trus KPUM juga gak ada konfirmasi terkait kendalanya,” ujar Nilam.
Hingga akhirnya pemilihan dimulai pada pukul 17.00 WITA, dengan kehadiran ketua KPUM. Namun, ditengah pemilihan terjadi cekcok yang menyebabkan kericuhan, sehingga pemilihan dilaksanakan tanpa ketua KPUM dan dilanjutkan oleh komisioner KPUM.
Selain itu dari pihak komisioner KPUM, mengaku keterlambatan pelaksanaan pemilihan terjadi karena ketua KPUM tidak turut serta pada proses persiapan.
“Kendalanya itu karena ketua KPUM gak pernah hadir,” ucap Brian.
Berdasarkan keterangan dari Brian, pemilihan dilanjutkan berdasarkan kesepakatan para komisioner KPUM. Tercatat hingga forum selesai hanya 20 suara penuh dari total 31 suara yang ditetapkan oleh komisioner KPUM yang mengikuti jalannya pemilihan.
“Berdasarkan data forum, dari daftar pemilihan tetap yang berjumlah 31 suara, dan hanya 28 suara yang hadir di dalam forum. Akan tetapi beberapa anggota yang keluar dari forum sebelum proses selesai,” jelas Brian.
Dengan kondisi tersebut, penetapan DEMA UIN Mataram sepenuhnya dilakukan oleh forum yang hadir.
Ulul/Zahra







