Pembelajaran akidah akhlak merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar lebih mengenal, menghayati, dan mengimani Allah SWT, dan segala unsur yang menyertainya sehingga manusia dapat paham dan mengamalkan ajaran Islam tentang akhlak baik yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya maupun manusia dengan lingkungannya. Dari akidah dan akhlak yang baik inilah manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang baik sesuai dengan standar umum yang disepakati guna menentukan aturan yang harus dijalani, meskipun ukuran dari standar umum itu bisa jadi memiliki sedikit banyak kekurangan antara satu masyarakat dengan yang lainnya, tapi dapat dipastikan bahwasanya ada hal-hal pokok tertentu dalam masyarakat untuk pe-nyama-an standar hal baik dan buruk itu.
Tujuan pembelajaran akidah akhlak harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artinya setiap umat Islam harus meyakini pokok-pokok kandungan aqidah akhlak tersebut. Adapun tujuan aqidah akhlak itu adalah untuk memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang sejak lahir manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia terdorong mengakui adanya Tuhan. Dan tujuan akidah ahlak menjadikan peserta didik memiliki budi pekerti, tingkah laku dan adat istiadat yang baik sesuai ajaran Islam serta menjadikan peserta didik berkhlak mulia dan terhindar dari perbuatan tercela.
Pembentukan dapat diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam rangka membentuk.
Karakter diartikan sebagai tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sebagai seorang siswa kita harus memiliki karakteristik. Membentuk karakter siswa bukan salah satu cara yang mudah siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dibutuhkan waktu untuk membentuk karakter siswa yang baik. Itu semua juga berawal dari didikan orang tua sejak dini. Bagaimana orangtua mendidik anak nya ketika kecil, seperti itulah anaknya ketika dewasa. Di zaman sekarang, pembentukan karakter siswa sangatlah penting. Karena melihat perubahan zaman yang begitu drastis dan anak-anak bangsa dapat terpengaruhi oleh zaman dengan mudahnya. Pentingnya peran orangtua maupun guru di sekolah sebagai lembaga pendidikan untuk membentuk karakter siswa.
Kemudian untuk tujuan pendidikan karakter siswa adalah untuk mengembakan berbagai pontensi atau bakat kemampuan siswa dalam kaidah atau ranah tatanan nilai kemasyarakatan yang mulia, jujur dan bertanggungjawab.
Nilai-nilai karakter siswa adalah budi pekerti plus yaitu yang melibatkan pengetahuan, perasaan dan tindakan. Tanpa ketiga aspek ini karakter tidak akan efektif. Dengan demikian karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan inilah yang menjadi bekal penting dalam mempersiapkan anak untuk menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan untuk berhasil secara akademis. Oleh karenanya suatu bangsa akan merasa terancam punah apabila moralitas generasi penerusnya suram.
Fungsi pembentukan karakter adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi individu yang berperilaku baik, tanggung jawab dan mengembangkan peserta didik lebih bermartabat dan berahlakul karimah.
(Nila Cahyani, PGMI, FTK, UIN Mataram)



