Seperti yang di lihat atau yang kita amati dalan sehari-hari-harian kita, dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan, pendidikan akhalak terhadap anak harus ditekankan serta di pondasi yang sangat kokoh. Ibarat sebuah bangunan jika fondasinya mudah rapuh maka akan cepat runtuh, begitupun akhalak anak. Karena pendidikan akhalak itu hal yang paling dipandang lebih utama dibandingkan dengan yang lain.
Namun kenyataannya masih banyak orang tua yang belum memahami pendidikan akhlak tersebut. Yang terlihat dilingkungan sekitar belum terlihat hasil yang sempurnah. Masih banyak anak-anak yang suka melakukan kekerasan dikalangan pelajar. Hal ini disebabkan ketidak kokohan pondasi yang ditanamkan orang tua terhadap anak.
Seperti yang diketahui peran orang tua yang berpengarauh terhadap pendidikan akhlak anak, serta yang paling berpengaruh adalah lingkungan sekitar anak, terdapat banyak anak yang meniru gaya dan bahasa teman sebayanya tanpa tau apa itu artinya.
Dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau biasa dikenal dengan sebutan IPTEK. Dengan kemajuan IPTEK ini dapat menimbulkan sisi positif dan negatifnya. Yang kebanyaknya yang saya lihat di lingkungan khususnya lingkungan saya masih banyak menyalah gunakan IPTEK tersebut. Dari hal negatifnya dengan berkembangnya IPTEK ini justru akan membuat manusia lupa akan banyak norma-norma akhlak, karena bagi mereka kesenangan itu hanya berbentuk materi yang seolah-olah menjadi tolak ukur serta tujuan dari kehidupan ini. Dari sisi postifnya yaitu seperti yg kita alami sekarang yg sedang dalam suasana pendemi COVID-19, dengan begitu siswa atau siswi bisa belajar secara online dengan kecanggihan situs-situs IPTEK tersebut.
Untuk mencegah hal buruk yang terjadi di utuhkan kesadaran dan tanggung jawab dari orang tua agar lebih dalam lagi mengajarkan pendidikan akhlak terhadap anak usia dini cara:
1. Membiasakan anak berakhlak mulia baik dalam berperilaku atau dalam tutur kata.
2. Membiasakan anak bersosialisasi dengan baik atau interaksi yang baik dengan lingkungan.
3. Membiasakan anak untuk beribadah baik itu melalui shalat, puasa, sedekah, dan lain-lain.
(Yuliati, Mahasiswa Jurusan PGMI, FTK UIN Mataram)


