
Ro’yuna Redaksi – Pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) FDIK kembali ricuh di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Kamis, (27/02/25).
Saat akan di laksanakannya pemilihan terjadi kericuhan antara beberapa mahasiswa dengan pihak KPUM, yang menuntut transparansi terhadap pemilihan.
Hasil pantauan tim LPM RO’YUNA yang berada di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WITA. Kericuhan bermula dikarenakan pihak KPUM disebut sangat tertutup dalam melaksanakan pemilihan.
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu calon kandidat ketua DEMA FDIK.
“Awal mula kericuhan dikarenakan KPUM sangat tertutup mulai dari lokasi pemilihan yang tertutup, dan juga tidak transparansi terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ungkap Multazam calon ketua DEMA FDIK.
Kericuhan kembali terjadi dikarenakan pihak KPUM ingin tetap melanjutkan pemilihan. Hal ini menimbulkan aksi dorong mendorong antara mahasiswa.
Beberapa mahasiswa hanya ingin dibuktikan berkas DPT, tidak ingin menggagalkan pemilihan.
“Kami disini hanya ingin melihat DPT offline dan online dicocokkan, jangan anggap kita anarkis menggagalkan pemilihan,” ujar penuntut ketika berdebat dengan KPUM.
Para aksi menuntut dipertemukan dengan Wakil Dekan (WD) III, KPUM dan Bawaslu terkait masalah pemilihan.
“Kami mau ketemu WD III, KPUM dan Bawaslu untuk masalah transparansi masalah pemilihan,” tutur para penuntut.
Akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan terkait kelanjutan dari pemilihan DEMA dan HMPS FDIK. Ketua KPUM belum bisa ditemui oleh tim LPM RO’YUNA.
Amel/Livia







