Pasca Ricuh Pemilwa, SEMA UIN Mataram Ambil Alih dan Tetapkan KPU-M dan BAWASLU-M Fakultas

oleh -92 views
M. Invanka Ketua Umum Senat Universitas (SEMA) UIN Mataram periode 2026

Royuna Redaksi – Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Mataram, sebagai lembaga legislatif melayangkan Surat Keputusan (SK) berisi penetapan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilu Mahasiswa (BAWASLU-M) tingkat Fakultas.

Proses demokrasi UIN Mataram cukup kompleks, terlihat dengan terjadinya kericuhan dan baku hantam pada saat pemilihan SEMA dan DEMA tingkat Universitas. Akibatnya Ketua KPU-M dikabarkan menghilang. Melihat situasi yang mendesak, Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) yang harus segera dilaksanakan, SEMA terpilih langsung mengambil alih fungsi kekuasaan sesuai arahan dari Wakil Rektor (WR) III.

Ketua Umum SEMA UIN Mataram M. Ivanka menyatakan bahwa secara hukum memiliki wewenang untuk mengambil alih proses tersebut, terlepas dari permasalahan yang telah terjadi sebelumnya.

“Kita juga punya wewenang terkait itu, terlepas dari permasalahan yang sudah terjadi kemarin,” ujarnya.

Dengan itu, SEMA melalui sidang pleno segera membentuk Badan Khusus (BK) yang terdiri dari anggota Komisi I, II, dan III. Melalui BK yang langsung di koordinator oleh Ivanka, mengambil langkah cepat yaitu segera melakukan perekrutan anggota baru KPU-M dan BAWASLU-M untuk tingkat Fakultas.

“Dalam mengatasi hal tersebut, kami selaku pengurus SEMA segera membentuk Badan Khusus sebagai lembaga penanggung jawab proses perekrutan anggota KPU-M dan BAWASLU-M,” terangnya.

Kemudian hasil dari perekrutan dilantik di ruang sidang Fakultas Syariah pada hari Rabu, 25/02/2026.

Sistem demokrasi yang ada di kampus khususnya di UIN Mataram ini harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan dan dipastikan berjalan sesuai dengan struktural. Hal ini sangat penting dilakukan demi menjaga stabilitas berjalannya proses Pemilwa tanpa adanya konflik. Ivanka juga menyinggung mengenai kurangnya minat dari sebagian Mahasiswa untuk menjadi bagian dari proses demokrasi di Kampus. Ini menjadi salah satu faktor perlambat perekrutan, dan hal ini juga menunjukan bahwa tingkat kepedulian serta partisipasi Mahasiswa mulai menurun.

“Sedikitnya calon anggota yang daftar kemarin, kami langsung menetapkan yang lulus sesuai dengan persyaratan,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa proses demokrasi di UIN Mataram sedang menghadapi tantangan, namun SEMA UIN Mataram berkomitmen untuk memastikan proses Pemilwa berjalan sesuai dengan peraturan dan tanpa konflik.

Firda/Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.