RO'YUNA REDAKSI

Di saat orang lain merasa senang kembali ke rumah setelah lelahnya bergelut dengan dinamika perkuliahan. Justru aku pribadi memandang terbalik. Pasalnya, sejak rumah itu tidak lagi seperti rumah, aku malas untuk

Aku meninggalkan kota di dalam kepalaku Jalan-jalannya dipenuhi puing janji berbau serbuk luka dari kenangan lama Dibelakangku, rasa takut Masih meledak di bukit-bukit sunyi, Sementara di depanku terbentang Padang asing

Asa itu pupus… Menghapus jejak harap yang terjerat labirin hampa yang menguar, Mengikat harap yang mencekik leher sang puan… Melolong ampun yang tak terdengar… Semua orang tuli, tak dengarkah teriakan

Aku bebas, aku juga kuatTidak terikat, maupun terlambat Aku berani, untuk majuMenuju impianku, tanpa ragu Aku bebas bersuaraMengungkapkan isi,pikiran,tanpa takut Aku bebas melangkahMenjelajahi dunia, tanpa batas Aku bebas memilihMenentukan jalanku,