Mewujudkan Penyiaran Sehat Melalui Pembentukan FMPP NTB 2022

oleh -46 views

Ro’yuna Redaksi- Guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyiaran yang sehat serta menguatkan sinergi masyarakat dalam mengembangkan dunia siaran, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengadakan seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran (FMPP) NTB. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Training Center UIN Mataram dengan tema “Sinergi KPI dengan Elemen Masyarakat Menyongsong Masa Depan Penyiaran Indonesia.” Sabtu,12/03/2022.

Melalui seminar tersebut mendeklarasikan 11 orang sebagai koordinator daerah NTB, dimana bertujuan untuk memberi masukan untuk Undang-undang penyiaran yang tentunya berasal dari masyarakat NTB. Adapun 11 koordinator tersebut diantaranya yaitu Dr. M. Saleh Ending. M. A., Dr. Ahyar, M. Pd., Athik Hidayatul Ummah, M. Si., Yusron Saudi, Dr. Kadri, M. Si, Abdul Razak, Fathurrahman, Enik Kusuma, Arya Setiawan, Dr. Nurul Yaqin dan Lukmanul Hakim.

NTB menjadi daerah kedua dibentuknya Forum Masyarakat Peduli Penyiaran oleh KPI Pusat setelah Sumatera Utara, dan nantinya akan dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.l

Hal tersebut disampaikan oleh M. Reza dalam sambutannya

“NTB menjadi daerah kedua setelah pertama kali KPI Pusat melakukan seminar dan membentuk FMPP di Sumatera Utara, nantinya juga dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya,” ujarnya di sela-sela sambutan.

Hal tersebut sesuai dengan relevansi fungsi KPI Pusat mewadahi aspirasi masyarakat dan menjamin masyarakat publik untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM), di mana dalam Undang-undang juga menyebutkan bahwa KPI diberikan wewenang untuk berkoordinasi atau bekerjasama dengan masyarakat yang akan memberikan rancangan dan gagasan kepada KPI.

“Hal ini kita lakukan tentunya karena relevansi fungsi KPI Pusat untuk mewadahi aspirasi masyarakat dan menjamin masyarakat publik memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan HAM,” imbuhnya

Terkait hal tersebut Mulyo Hadi Purnomo menyampaikan hal yang sama, dalam materinya ia menyampaikan bahwa terdapat 3 elemen penting dalam penyiaran yaitu lembaga penyiaran, pemerintah dan KPI, serta masyarakat. Artinya setiap masyarakat bertanggung jawab, berhak dan ikut berperan serta untuk memajukan penyiaran di Indonesia.

“Ada 3 elemen penting dalam penyiaran, yaitu Lembaga penyiaran, pemerintah dan KPI serta masyarakat yang menjadi wadah penyalur aspirasi, aduan, dan saran kepada KPI,” pungkasnya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa KPI sebagai penampung aspirasi masyarakat tidak bisa apa-apa tanpa bantuan dari masyarakat, dikarenakan tidak semua aspirasi terwadahi dalam P3sps jadi peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk ikut serta dalam mengembangkan penyiaran.

“Saat ini Undang-undang penyiaran dan P3sps sedang direvisi, dan tidak semua terwadahi dalam P3sps. Karena itu keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, karena KPI tidak bisa apa-apa tanpa bantuan dari masyarakat,” tuturnya

Acara tersebut diakhiri dengan pembentukan 11 fasilitator FMPP NTB yang dihadiri langsung oleh Komisioner KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo, M. Hum., Mohammad Reza, Irma Susanti, Irsal Hamdiah, Kompas Tv Dedi Rismanto, Nuning Rodiah, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir M. Ag., Dekan FDIK Dr. M. Saleh Ending, MA., Wakil Dekan (WD) I FDIK Dr. Ahyar, M. Pd., Civitas Akademik Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) FDIK UIN Mataram, Komisioner KPID NTB, perwakilan Mahasiswa KPI, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiono, S. E., yang hadir secara online. (Ii.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.