Menunggu Kelanjutan Penolakan Wisuda Online

oleh -30 views

Setelah menuntut pada Senin, 31 September. Hari ini perwakilan mahasiswa akan rapat bersama pimpinan.

UIN Mataram/Ro’yunaRedaksi.com Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Mataram mengepung Rektorat Kampus I Uinma. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes menolak kebijakan kampus terkait pelaksanaan wisuda online. Gerombolan ini juga menyayangkan proses wisuda tatap muka, hanya bisa diikuti mahasiswa terbaik setiap jurusan, Senin 31 Agustus 2020.

Mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir, dengan dalih kampus sebagai bagian dari pemerintah, Prof. Dr. H. Mutawali,  tidak ingin mengambil resiko, sehingga memutuskan untuk melaksanakan wisuda secara perwakilan. Keputusan orang nomor wahid di UIN ini mendapat penolakan keras dari massa aksi, sebab dirasa tidak adil. Aliansi merasa prosesi sakral wisuda harus dirasakan oleh semua mahasiswa.

Salah satu mahasiswa berinisial M  sebagai peserta demo mengungkapkan kekecewaannya

“Bagaimana mungkin kami dengan gampangnya menerima itu semua ” Ujarnya kepada Ro´yuna.

Kebijakan tersebut juga dianggap tidak logis sehingga menimbulkan keresahan bagi mahasiswa yang baru saja menyelesaikan tugas akhirnya dan mengikuti yudisium secara online. Mahasiswa menganggap beban yang ditanggung  selama empat tahun kuliah  itu tidak mungkin diselesaikan dengan pergelaran wisuda online.

“Orang tua kami juga ingin melihat kami dan hadir seperti perayaan wisuda biasanya.” Lanjutnya.

Melihat Kota Mataram telah memasuki Zona Hijau juga menjadi pertimbangan mahasiswa untuk menuntut kampus dapat melakukan wisuda secara offline, namun dilakukan per fakultas.

Andri koordinator umum aksi mengatakan,

” Jika kampus tidak bisa melaksanakannya secara maksimal kan bisa dialihkan ke fakultas dan jika memang tidak bisa. bisa diundur sampai keadaan virus ini menjadi normal ”

Rektor UIN Mataram pun duduk bersama para peserta aksi, ia mengatakan bahwa pihak kampus tidak tau apa yang akan terjadi jika diadakannya wisuda secara ofline.

“Kami tidak bisa sepenuhnya bisa melakuan wisuda secara online”.

Pihak kampus sendiri tidak berani menjamin keselamatan para wisudawan karena masih dalam keadaan pandemi seperti saat ini.

“ Kami lebih utama menjaga dan menghindari suatu hal yang tidak kami inginkan dan kami juga menaati peraturan dari atas.” Lanjut Rektor di lapangan depan gedung rektorat Kampus 1 UIN Mataram dengan massa aksi.

Namun mahasiswa belum mendapatkan jawaban sehingga menuntut untuk diadakannya rapat bersama pimpinan yang akan dihadiri perwakilan mahasiswa lima orang, dengan ditulis diatas kertas dan ditandatangani di atas matrai oleh Dr. H. Nurul Yaqinah, selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan. Rencananya, rapat ini akan dilaksanakan pada hari ini pukul 09:00 waktu setempat di ruang sidang rektorat. (Ro’yuna Ayiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.