Mencegah Terjadinya Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus, SEMA FDIK Adakan Diseminasi dan Dialog Terbuka

oleh -43 views

Ro’yuna Redaksi-Guna meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sex education dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus, Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) mengadakan kegiatan diseminasi dan dialog terbuka di Ruang Teater Kampus II UIN Mataram, Kamis ( 27/10/2022).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari upaya penanganan maraknya kekerasan seksual di kalangan mahasiswa, dengan harapan korban yang menjadi objek kekerasan seksual dapat menyuarakan hak mereka tanpa rasa takut.

“Melihat situasi dan kondisi khususnya yang ada di lingkungan kampus, ada beberapa kemauan kami yang memang terjadi hal-hal seperti itu, sehingga nantinya kegiatan ini kami wadahi dari Senat Mahasiswa,” ujar Ketua SEMA FDIK Ahnaf Affandi.

Tak hanya itu, Duta Pendidikan Indonesia 2021 Nur Halifa S.Sos juga menyampaikan keluh kesahnya mengenai perempuan yang selalu dijadikan objek kekerasan seksual, dimana wanita dimaknai sebagai konotasi negatif sehingga wanita selalu dipojokkan dan dianggap bersalah. Sebagai contoh beberapa film karya anak bangsa yang mengangkat isu tentang kekerasan seksual di dunia Kampus. Kampus yang menjadi naungan bagi mahasiswa juga tak luput dari kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Sehingga perlu adanya penanaman sikap apatis terhadap hal hal yang berkaitan dengan kasus kasus tersebut.

” Ini bukan perkara pakaian, bukan perkara kita cari jalan yang mana tapi ini perkara personal, kesadaran kita. Kalo berbicara pakaian mohon maaf, Lombok adalah daerah pariwisata, kita bisa melihat bagaimana pakaian orang barat di Lombok seperti apa,” tuturnya

Senada dengan Duta Pendidikan Indonesia, Kabid PPKB DP3AP2KB NTB Drs. Abdurrosyidin R. M. Pd., membeberkan langkah-langkah penanganan dalam mencegah terjadinya kasus pelecahan dan kekerasan seksual di lembaga pendidikan, yakni dengan menerapkan metode parenting, mencegah adanya relasi kuasa dan pentingnya peranan keluarga dalam mengayomi.

“Saya sangat setuju tadi,karena kita ini modelnya dialog, jadi saya ingin mendengar harapan anda apa, fakta yang anda alami seperti apa lalu kita cari solusinya bersama-sama dan sampaikan ke pihak UIN Care,” tukasnya

PS KASUBUNIT 1 UNIT IV SATRESKRIM POLRES Mataram Aiptu Sri Rahayu, SH juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu mahasiswa menangani kasus seksual yang terjadi.

“Apabila ada diantara teman teman yang ingin melaporkan terkait pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami, teman teman bisa langsung datang ke lokasi kami, atau kalau memang teman teman malu, kalian bisa langsung melaporkan kepada kami via chat,” tuturnya.

Sementara Itu, Anggota UIN Care Khairil Anwar, S. Pdi. M. Pd. M. Si., menjelaskan bagi mahasiswa yang mengalami kekerasan seksual dapat melaporkan ke UIN Care tanpa takut privasi korban diketahui

“Jadi, teman teman gak perlu khawatir terkait dengan keamanan data dan privasi, karena kami akan menjaga ketat dan bila perlu melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian apabila memang kasus tersebut tidak dapat kami tangani,” Ucapnya.

Di akhir penjelasannya, ia berharap kepada seluruh kalangan masyarakat untuk dapat saling berkerjasama dan berkontribusi dalam mencegah serta menghentikan segala jenis kekerasan dan juga pelecahan seksual.

” Mari kita kerjasama dalam mencegah dan memberantas segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual yang ada di lingkungan kita ini,” tutupnya. (Alfi-Resti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.