Membangun Karakter Anak Melalui Permaninan Tradisional

oleh -32 views

Dilatar belakangi oleh adanya fenomena perubahan aktivitas bermain anak saat ini, yang lebih sering bermain permainan modern yang identik dengan penggunaan teknologi seperti video, game, dan game online. Akibatnya, permainan anak tradisional mulai terlupakan dan menjadi asing di kalangan anak-anak. Selain itu, tingkat kecanduan terhadap permainan modern pada anak juga tinggi sehingga berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku anak.

Mengembalikan permainan anak tradisional sebagai permainan anak-anak saat ini dapat menjadi suatu alternatif untuk menciptakan generasi berkarakter. Kemajuan teknologi yang semakin pesat ternyata juga mempengaruhi aktivitas bermain anak. Sekarang, anak-anak lebih sering bermain permainan digital seperti video, game, playstation (PS), dan game online. Permainan ini memiliki kesan sebagai permainan modern karena dimainkan menggunakan peralatan yang canggih dengan teknologi yang mutakhir, yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan permainan anak tradisional. Permainan anak tradisional kadang tidak membutuhkan peralatan saat dimainkan kalaupun ada peralatan yang digunakan hanyalah peralatan yang sederhana yang mudah didapatkan, dan biasanya ada di sekitar anak saat bermain, seperti batu, ranting kayu, atau daun kering dan lain sebainya.

Kesan modern pada permainan digital tidak hanya melekat pada peralatan yang digunakan saat bermain, tetapi juga bagaimana cara memainkannya. Permainan digital dimainkan di dalam ruangan yang nyaman karena pada umumnya ber AC, misalnya di tempat bermain timezone atau di warnet. Hal ini tentu saja berbeda dengan permainan tradisional yang pada umumnya dimainkan dilapangan atau di halaman, kadang saat bermain anak-anak kepanasan apalagi kalau bermainnya di waktu siang ketika matahari masih terik. Saat bermain, anak-anak berlari-larian, melompat-lompat, atau melempar sehingga kadang bajunya basah karena keringat.

Di berbagai media baik cetak maupun elektronik saat ini, marak diberitakan tentang berbagai dampak permainan digital pada anak, khususnya game online. Anak yang bermain game online tanpa adanya kontrol, khususnya dari orang tua, cenderung mengalami kecanduan. Kecanduan game online, menyebabkan kebanyakan anak tidak mau sekolah. Di samping itu, materi game bermuatan kekerasan yang berpadu dengan pornografi lebih banyak diminati oleh anak-anak.

Selain itu, hasil penelitian telah menemukan bahwa game online bisa menyebabkan seseorang mengalami kepribadian ganda. Jika dibandingkan dengan permainan tradisional yang memberikan dampak sangat baik dalam membantu mengembangkan keterampilan emosi dan sosial anak. Untuk itu pelestarian permainan tradisional penting dilakukan dengan cara memperkenalkan dan memainkan permainan tradisional bersama anak, disertai dengan upaya penyadaran kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua akan bahaya game.

Orang tua adalah pihak yang memiliki peran penting terkait dengan masalah kecanduan game online pada anak karena orang tua adalah pihak yang paling dekat dan paling bertanggung jawab terhadap anak, yang seharusnya memiliki waktu paling banyak bersama anak dengan perhatian dan kasih sayangnya. Pada dasarnya dari berbagai teori perkembangan dapat disimpulkan bahwa masa anak adalah masa yang identik dengan bermain.

 

(Titania AriantiM, Mahasiswa PGMI, FTK, UIN Mataram)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.