Royuna Redaksi- Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Demokrasi NTB Menggungat melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selasa (12/04/22).
Dalam aksi tersebut masa dari mahasiswa UIN Mataram lebih memfokuskan tuntutannya pada isu-isu regional, hal ini di sampaikan oleh ketua Senat Mahasiswa (Sema) UIN Mataram Khairul Umam.
“Untuk aksi hari ini, kami dari mahasiswa UIN Mataram memang lebih memfokuskan tuntutannya pada isu regional” ucapnya.
Menurut mahasiswa Ekonomi Syariah ini isu-isu yang skalanya nasional sudah selesai di tingkat nasional. Sementara tuntutan dalam aksi tersebut terkait sengketa agraria yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, biaya uang kuliah tunggal untuk perguruan tinggi dan sengketa tanah di Lombok Tengah yang belum di bayarkan.
“Isu-isu regional yang menjadi tuntutan kami pada hari ini adalah sengketa agraria yang ada di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, uang biaya kuliah tunggal di perguruan tinggi dan ada sekitar 70 kepala keluarga yang ada di Lombok Tengah yang tanahnya belum di bayar” tambahnya.
Selain itu, isu nasional seperti tolak 3 periode, program yang membuat kegaduhan di masyarakat juga tetap menjadi tuntutan mereka. Jika nantinya pihak dari DPRD Provinsi NTB dalam satu minggu kedepan tidak ada respon baik, maka mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Demokrasi NTB Menggungat akan melakan aksi dengan membawa masa aksi yang lebih besar.(Rob-Azr)







