Kartini Hari Ini

oleh -29 views

Tanggal 21 April kerap kali diperingati sebagai hari Kartini. Kartini disebut-sebut sebagai tokoh perempuan yang memperjuangkan nasib kaum perempuan pada masa itu, sehingga perempuan hari ini dapat menikmati pendidikan yang layak sama dengan laki-laki.

Bisa kita lihat eksistensi perempuan hari ini di hampir semua bidang bisa mereka tempati di tatanan pemerintahan, baik di nasional hingga pedesaan, banyaknya pemimpin perempuan tidak lepas dari perjuangan Raden Ajeng Kartini melakukan emansipasi wanita sekitar tahun 1890-an.

Namun sebenarnya siapa RA. Kartini?

Raden Ajeng Kartini Lahir di Jepara, 21 April 1879. Ia merupakan putri dari keturunan ningrat atau bangsawan di Jawa, ayahnya merupakan Bupati Jepara waktu itu bernama Raden Mas Sosroningrat.

Sementara ibunya bernama M.A Ngasirah. Keluarga kartini memiliki citra yang baik dikalangan masyarakat pada waktu itu dikenal sebagai keluarga yang cerdas.

Perjuangan Kartini bermula saat melihat nasib kaum perempuan pada saat itu yang kehidupannya pasif artinya hanya menerima takdir tanpa tau harus berbuat apa.

Perempuan pada masa itu tidak berhak mendapat pendidikan yang layak, kecuali perempuan dari keturunan ningrat, sehingga inilah yang mendorong Kartini untuk melakukan emansipasi wanita pada saat itu. Memperjuangkan nasib perempuan agar bisa mengenyam pendidikan yang layak seperti dirinya.

Namun Kartini pun hanya bisa mengenyam pendidikan sampai usia 12 tahun. Pada tahun 1903 Kartini harus menikah dengan bangsawan dari Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih. Dengan ia menikah bukan berarti perjuangannya usai.

Lantas apa bagaimana cara melanjutkan perjuangan Kartini hari ini?

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam melanjutkan perjuangan Kartini pada hari ini, tak perlu menyuarakan tentang emansipasi wanita. Perjuangan Kartini pada hari ini bisa dilanjutkan dengan berbagai hal misal dengan menorehkan prestasi akademik maupun non akademik ketika berada di bangku sekolah.

Bisa juga dengan aktif mengembangkan skill yang dimiliki, bukan justru menutup diri dari lingkungan sekitar, sebab RA. Kartini telah memperjuangkan kebebasan terhadap kaum perempuan maka manfaatkan itu untuk mengembangkan diri.

Mengambil peran disetiap kegiatan, baik di sekolah, kampus, maupun di masyarakat, menunjukan eksistensi bahwa perempuan tak selamanya lemah, bahwa perempuan pun bisa mengerjakan sesuatu yang biasanya dikerjakan oleh laki-laki. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.