Indahnya Hidup Jadi Presiden Mahasiswa di UIN Mataram

oleh -123 views

Oleh : Robby Firmansyah

Siapa yang tidak ingin menduduki kursi Presiden Mahasiswa (Presma) di kampus Islam dan megah seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, apalagi tanpa harus repot-repot memikirkan program kerja yang harus dijalankan.

Jabatan sekelas Presma mungkin incaran banyak mahasiswa, dengan menjadi Presma akan lebih dihormati oleh sesama mahasiswa, akan lebih banyak dikenal oleh civitas akademika di kampus, menjadi bagian dari anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) juga tidak kalah diincar oleh mahasiswa lainnya, apalagi bisa duduk di kursi hangat sang Presiden mahasiswa.

Sebelum membahas bagaimana kinerja Dema UIN Mataram alangkah lebih baiknya kita membahas apa tugas Dema sebenarnya. Aturan mengenai organisasi mahasiswa yang bernaung di bawah Kementrian Agama diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Nomor 4961 Tahun 2016, disana disebutkan bahwa Dema bertugas menjabarkan dan melaksanakan program organisasi dan ketetapan SEMA lainnya dalam bentuk program kerja, selain itu juga Dema bertugas mengkomunikasikan dan menginformasikan kegiatan kemahasiswaan di tingkat PTKI dan yang terakhir tugas Dema adalah melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan kemahasiswaan.

Semenjak dilantik beberapa bulan yang lalu Dema Universitas belum memberikan progres dalam pelaksanaan program kerjanya. Padahal sebelumnya pelaksanaan rapat kerja sempat dilaksanakan oleh pihak Dema Universitas, namun pelaksaannya belum terlihat jelas. Lagi-lagi di era digital seperti saat ini kegiatan suatu organisasi sangat mudah kita lihat tanpa harus melihat langsung ke lokasi kegiatan, cukup dengan membuka akun sosial media dari organisasi tersebut setidaknya akan terlihat apa saja kegiatan yang pernah dilakukan. Coba saja membuka akun Instagram atas nama @dema.uinmataram akan terlihat hanya pamflet-pamflet ucapan hari besar dan beberapa pamflet ucapan selamat. Tentunya tidak ada postingan terkait program kerja yang pernah dilaksanakan selain postingan rapat kerja dan open donasi.

Beberapa bulan yang lalu mahasiswa UIN Mataram pernah melaksanakan aksi demonstrasi yang di komandoi oleh Dema UIN Mataram bersama Senat Mahasiswa (Sema) UIN Mataram dan BKM se- UIN Mataram terkait fasilitas kampus dan beberapa isu lainnya di depan gedung Rektorat, namun rasanya kita sepakat bahwa itu bukanlah bagian dari program kerja Dema Universitas meskipun itu bentuk penyaluran aspirasi mahasiswa kepada birokrasi di kampus.

Sudah sepatutnya Presma bersama jajarannya di Dema UIN Mataram melaksanakan kegiatan yang sifatnya memberi manfaat yang luas kepada mahasiswa, misalnya melaksanakan kuliah kebangsaan dengan mengundang tokoh-tokoh nasional dan membahas keadaan bangsa saat ini, sekali lagi ini hanya misalnya. Bisa juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Soal dana operasional rasanya Dema UIN Mataram tidak akan kekurangan jika harus menjalankan satu atau dua program kerja sebab tidak harus mengurusi sewa hotel untuk hanya sekedar kegiatan mahasiswa karena di UIN Mataram dengan kemegahan fasilitas yang dimiliki sudah hampir lengkap.

Kehadiran Dema di tengah-tengah mahasiswa apakah hanya sebatas pada acara Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) dan hanya mengenalkan diri sebagai bagian dari anggota Dema tanpa harus memikirkan bagaimana menjalankan program kerjanya untuk kemajuan bersama di UIN Mataram tercinta ini. Jika memang menjadi Dema tidak perlu sibuk memikirkan program kerja rasanya pengurus Dema bisa dari mahasiswa baru yang belum terlalu paham dengan kebutuhan mahasiswa di kampus sebab tidak akan sibuk memikirkan program kerjanya.

Penting untuk kita ingatkan supaya Dema UIN Mataram dapat memberikan dampak kepada mahasiswa UIN Mataram dalam bentuk program kerja, bukan hanya sekedar nama tanpa ada kegiatan nyata di kampus ini.

One thought on “Indahnya Hidup Jadi Presiden Mahasiswa di UIN Mataram

  1. Luar biasa memang, mengingat pendanaannya yang melebihi dari unit kegiatan mahasiswa, akan tetapi program kerjanya tidak sesuai dengan pendanaan yang ada bahkan Unit Kegiatan Mahasiswa lebih banyak memberikan kontribusi ke universitas dikarenakan kegiatan yang setingkat daerah bahkan nasional sekalipun,… seharusnya mereka malu sih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.