
Ro’yuna Redaksi – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Mataram Muhammad Liwa Irrubai, mengatakan bahwa pada Kerja Kuliah Nyata (KKN) Internasional tidak terkena efisiensi anggaran, Kamis, (13/03/2025).
”Tadinya ada anggaran efisiensi tapi bisa di negosiasikan dan tetap akan diadakan karena bagaimanapun kampus sudah unggul, jadi jangan sampai efisiensitas unggulnya jadi berkurang,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Tim LPM Ro’yuna.
Tindakan efisiensi itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2025 tentang effisiensi belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Kata Liwa Anggaran KKN di peroleh dari Badan Layanan Umum (BLU). Bantuan tersebut membantu pembiayaan KKN dapat tetap dipertahankan dan tidak mengalami pemotongan. Tapi pembiayaan dari pusat yang biasanya diberikan kepada kampus-kampus lain seperti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Islam (STAIN) yang menerima pembiayaan dari pusat dipotongan dengan ketentuan.
Untuk kuota Internasional kali ini hanya berjumlah lima orang dari masing-masing negara, karena lokasinya bertambah yaitu Malaysia, Thailand, dan Jepang. Sedangkan KKN Nasional dengan kuota masing-masing delapan orang dengan lokasi provinsi Brunei Darussalam, Jambi, dan Ponorogo.
Dengan demikian Muhammad Liwa Irrubai berharap mahasiswa yang dikirim oleh kampus untuk mengikuti KKN Internasional berhasil meraih apresiasi luar biasa dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.
”Mudah-mudahan anak-anak yang kita kirim dari tahun-tahun lalu itu mendapatkan apresiasi luar biasa atas kemampuan-kemampuan yang mereka miliki dengan tanda kutip mereka dihargai,” tutupnya.
Resti/Asri/Jena









