Dorong Eksistensi UMKM Masyarakat Desa Tebaban, Mahasiswa KKP UIN Mataram Gelar Bazar Kuliner Lokal

oleh -94 views
Para pelaku UMKM di Desa Tebaban Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, NTB berjualan produk makanan dalam acara Bazar Kuliner Lokal yang diadakan oleh Kelompok Mahasiswa KKP UIN Mataram dan Pemuda Desa Tebaban pada Sabtu (03/08/2024) di lapangan SDN 1 Tebaban

Ro’yuna Redaksi-Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram sukses menggelar Bazar Kuliner Lokal di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, NTB, Sabtu (03/08/2024).

Bazar yang digelar selama satu hari tersebut merupakan kolaborasi antara Mahasiswa KKP UIN Mataram dan Pemuda Desa Tebaban dalam memberikan stimulus kepada puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Tebaban.

Menurut keterangan Ketua Pemuda Desa Tebaban, Lalu Dodi Setiahadianda, bahwa banyak pelaku UMKM di Desa Tebaban yang tidak percaya diri dalam memasarkan produknya karena kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang efektif, keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas, serta minimnya dukungan dalam hal branding dan promosi. Hal ini membuat mereka ragu untuk mempromosikan produknya.

“Banyak sekali potensi UMKM-nya di sini, tetapi kendalanya adalah pelaku UMKM tidak percaya diri sama produk mereka sendiri. Padahal meskipun produk lokal, mereka memiliki kualitas baik dan keunikan tersendiri,” kata Dodi.

Selain itu, menurut Dodi, karena pelaku UMKM di Desa Tebaban sebagian besar adalah perempuan, ia merasa perlu untuk memberikan perhatian khusus yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam berwirausaha.

“Kalau diperhatikan, wajah-wajah pelaku UMKM di desa ini perempuan saja. Nah, bagaimana hasil dari kegiatan ini dapat memotivasi mereka. Sehingga perempuan juga dapat berperan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” lanjutnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Kelompok KKP UIN Mataram Desa Tebaban, Muhammad Abdi Pratama, menuturkan bahwa kegiatan yang bertajuk “Bazar Kuliner Lokal: Pemberdayaan Perempuan sebagai Penggerak UMKM Lokal” ini merupakan salah satu solusi untuk membantu mengembangkan UMKM di Desa Tebaban.

“Menjawab masalah kondisi yang dialami UMKM di sini, kami memutuskan untuk membuat acara bazar sebagai pendongkrak UMKM itu agar bisa berkembang. Jadi kami menyediakan platform untuk mereka memperkenalkan produk-produk mereka agar lebih dikenal oleh banyak orang,” jelas Abdi.

Sebanyak 20 pelaku UMKM mengisi tenant yang telah disediakan di lapangan SDN 1 Tebaban dengan menawarkan berbagai jenis makanan lokal.

Kegiatan tersebut ternyata membawa tanggapan baik dari para pelaku UMKM, seperti yang disampaikan oleh Sultan, seorang mahasiswa Jurusan Bisnis Digital yang menjual minuman dengan brand “Es Jodoh”, yang mengaku baru pertama kali mencoba berjualan.

Sultan mengatakan bahwa dengan diadakannya bazar ini, ia mendapatkan pengalaman yang nyata dalam dunia bisnis.

“Ini pertama kali jualan karena kebetulan ada bazar yang diadakan di desa sendiri. Jadi saya manfaatkan buat cari pengalaman bagaimana situasi dan kondisi pasar yang sebenarnya,” ujarnya.

Terselenggaranya bazar ini juga mampu meningkatkan omset penjualan para pelaku UMKM, sebanyak dua hingga tiga kali lipat dari penjualan biasanya. Hal ini diungkapkan oleh Yulianti (26), seorang pedagang pentol.

“Jualan di sini jadi dapat untung banyak. Biasanya sehari cuma dapat 300 sampai 400 ribu, tapi di sini udah bisa dapat 800 ribu,” ungkapnya.

Hal tersebut juga turut dialami oleh Nuriah (42), seorang pedagang kue tradisional. Ia mengaku meski tidak berjualan seharian penuh seperti biasanya, ia bisa mendapat keuntungan lebih banyak.

“Saya biasanya jualan dari pagi sampai sore saja, paling banyak dapat sekitar 200 ribu. Itu pun kadang masih ada yang tidak laku. Tapi di bazar ini, baru beberapa jam jualan sudah banyak yang laku,” ucapnya.

Bazar Kuliner Lokal yang berlangsung dari sore hingga malam hari tersebut juga turut dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan, seperti tari tradisional dan live music.

Hal ini membuat suasana bazar semakin meriah dan ramai mendatangkan pengunjung, mulai dari masyarakat Desa Tebaban hingga masyarakat dari desa lainnya.

(Lisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.