Cinta di Antara Dua Doa

oleh -191 views
pinterest

Kau berdoa menghadap timur,
aku menunduk ke arah barat.
Namun di antara arah yang berbeda itu,
ada langit yang sama,
menatap kita dalam diam.
Kau memanggil nama Tuhanmu dengan lantunan lembut,
aku menyebut-Nya dengan cara yang lain.
Namun setiap kali kita berdoa,
aku tahu —
kita sama-sama meminta hal yang serupa:
agar cinta ini diberkahi,
meski mungkin tak akan bersatu di dunia.
Kita bertemu di jalan takdir,
bukan untuk menantang keyakinan,
tapi untuk memahami bahwa hati
kadang lebih luas dari batas manusia.
Kau ajarkan aku arti ketulusan,
bukan dengan kata,
tapi dengan tatapan yang tak pernah memaksa.
Kau biarkan cintaku tumbuh,
meski kau tahu mungkin tak akan berbuah.
Aku mencintaimu dalam diam,
seperti langit mencintai bumi —
tak pernah bersentuhan,
namun selalu berdekatan dalam hujan.
Kadang aku bertanya pada waktu,
“Apakah cinta kami salah hanya karena berbeda?”
Dan waktu menjawab dengan lembut,
“Tidak, yang salah hanya mereka yang lupa
bahwa cinta pun bisa berdoa dengan bahasa yang berbeda.”
Maka biarlah cinta ini menjadi jembatan,
bukan tembok yang memisahkan.
Biarlah ia tumbuh di hati yang sabar,
meski dunia tak selalu memahami.
Jika suatu hari kau melangkah ke pelaminan dengan doa yang bukan doaku
aku akan tetap tersenyum
karena cinta sejati tidak selalu memiliki,
kadang ia hanya ingin melihat yang dicintainya bahagia.
Dan di malam yang sunyi,
aku akan berdoa dengan caraku sendiri,
untukmu
yang pernah membuatku percaya,
bahwa perbedaan bukan alasan untuk membenci,
melainkan cara Tuhan
menunjukkan betapa luasnya makna cinta dan iman.

Ulul

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.