Cinta Buta
Hari itu Sabtu, yaahh.. angin pantai hari itu
Suasana di hari itu memang tenang-tenang saja, padahal seorang insan yang ku sebut diriku itu, sedang tidak menentu dengan hatinya
Ku gendongkan tas ransel ku dan coba melangkah
Kiranya semua orang melihat kegalauanku, kurasa tidak! Mungkin hanya anak bayi bersayap saja yang tau
Karena ia selalu memandangku dengan tatapan samar, yah sesamar hari sabtu
Dia duduk di atap sebuah pertokoan, lalu melayang
Pas disebuah jalan pertokoan, aku jalan diatas tepat diatas ia melayang
Lalu lintas serta keramaian kota tidak begitu memperdulikanku, seperti hati ini yang sudah lamatidak diperdulikan
Bayi bersayap itu makin dekat, seakan aku ingin menunjukkan sesuatu yang berharga tidaknya aku tak tau
Dia mengikutiku, terus mengikutiku, dan dia tepat berada didepan atas pandanganku
Lalu ku coba mengikutinya
Kemudian kami saling mengejar, terlihat seperti rece yang kerap kaliku tonton tiap minggu
Orang-orang dijalan tidak tahu akau mengejar siapa, hanya orang galau yang sama yang bakal tahu
Aku terus mengejar, seperti ingin tahu rahasia yang akan ia tunjukkan
Lalu bayi bersyap itu terbang semakin pelan, sembari menunjukkan jari manisnya kea rah pojok sebelah kanan: tepat disebuah gang buntu
Aku, seketika terdiam “apa maksudnya” tanyaku dalam hati
Seolahdia tahu pertanyaanku, lalu ia menjawab “ia menunggumu”
(Ratna)



