Cerita Khairul Mahasiswa Peraih lulusan Terbaik Jurusan Komunikasi Penyiaran islam

oleh -64 views

Ada banyak orang yang berfikir bahwa anak yang aktif dalam berbagai Organisasi, Komunitas maupun Forum, banyak yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan perguruan tingginya, padahal banyak orang yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi dengan hasil belajar memuaskan meskipun dihalangi dengan kesibukan lain.

Sosok Muhammad Khairurromadhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram Mahasiswa kelahiran Bagek Longgek,  Lombok Timur, 20 Desember 1999, lulus dengan predikat cumlaude dan menjadi lulusan terbaik pertama. Patut berbangga hati memiliki lulusan terbaik dengan IPK tertinggi. Tidak hanya pandai dalam bidang akademis, namun juga aktif dalam Organisasi kampus yakni Lembaga pers Mahasiswa, serta mengikuti Komunitas Sahabat Pintar, Forum Mahasiswa Lombok Timur, dan saat ini sedang aktif di TPQ Darussalam.

Muhammad Khairurromadhan di nobatkan menjadi lulusan terbaik dari program studi (S1) Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Laki laki kelahiran tahun 1999 ini berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan catatan indeks prestasi kumulatif tertinggi se-prodi KPI yaitu 3.79.

Mahasiswa angkatan tahun 2018 ini sudah menyelesaikan 7 semesternya dengan baik, walaupun di balik semua itu tentunya banyak lika liku yang di laluinya.

Selepas SMA ia sudah memimpi mimpikan untuk menyelesaikan kuliah selama 3.5 tahun dengan predikat cumlaude. Setelah berhasil terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram, ia mengaku bahwa ia harus berjuang keras agar bisa meraih impiannya.

Khairul mengatakan bahwa lika-liku terberat mahasiswa saat semester akhir yaitu menunggu dosen untuk bimbingan, bahkan ia pernah menunggu dosen selama 7 jam di kampus untuk bimbingan pada saat itu.

Pembuatan skripsinya yang membutuhkan waktu sekitar 2 bulan ni diberi judul, “Strategi Komunikasi Pemerintah Desa Tetebatu Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur dalam Mengembangkan Desa Wisata Tetebatu.”

Erul sapaan akrabnya, juga mengakui bahwa pada saat penelitian harus membagi waktunya dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL), yang dimana pada saat itu ia melakukan penelitian bersamaan dengan PKL.

Pada saat itu Khairul sempat pesimis tidak dapat menyelesaikan kuliahnya pada tahun ini, namun keluarga dan teman  temannya yang selalu mendukung dan akhirnya ia dapat menyelesaikan skripsinya dan mendaftarkan diri untuk ikut melaksanakan ujian skripsi di waktu H-1 penutupan pendaftaran.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang belum menyelesaikan studinya agar tidak mudah pesimis serta memperbanyak usaha serta tidak luput dari berdoa.

“Jangan pernah merasa cepat lelah, pesimis dan bahkan menyerah, kamu boleh berada pada titik terpuruk menghadapi kenyataan, hampir menyerah dan hampir hilang arah. Tapi ingatlah bahwa lebih baik hampir gagal daripada hampir berhasil. Perkuat harapan dengan doa-doa, perbanyak usaha hingga akhirnya kamu bisa melampaui batas dirimu yang sesungguhnya.” Ungkap erul saat di wawancara via WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.