UIN Mataram, Royunaredaksi.com— Habis sudah harapan Aliansi Mahasiswa UIN Mataram yang menuntut wisuda secara tatap muka langsung. Pasalnya, pihak lembaga akan tetap melaksanakan wisuda secara online. Hal ini disampaikan langsung dengan tegas oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UIN Mataram, Selasa 1/9.
Menurur WR III, lembaga telah memberikan ruang untuk rapat perwakilan mahasiswa bersama pimpinan. Ini sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani diatas matrai. Sesuai kesepakatan massa aksi mengutus lima orang perwakilan untuk menghadiri audiensi tersebut.
Namun karena yang datang bukan dari semua fakultas sesuai dengan yang tertera dalam surat perjanjian, perwakilan massa tidak diizinkan masuk ke dalam ruang rapat.
“Kami datang dari perwakilan masa aksi yang disepakati kemarin, saya kordum dan korlap yang datang.” Tegas Andri sebagai kordum massa aksi.
Sempat terjadi adu mulut panas antara perwakilan massa dengan WD III Fakuktas Ushuludin, massa menilai kampus tidak menepati janjinya untuk mengadakan mediasi.
Sedangkan Dr. Hj. Nurul Yaqin, M.Pd dengan tegas mengatakan bahwa yang hadir harus sesuai dengan yang tercantum pada kertas perjanjian yang ditandatanganinya. Bahkan telah didatangkan Wakil Dekan bagian Kemahasiswaan setiap fakultas untuk menemui perwakilan. Dinilai tidak sesuai perjanjian, lembaga akhirnya membatalkan pertemuan dengan perwakilan massa.
” Sebagai orang tua kita selalu mendengar dan kita hadirkan WD 3 semua fakultas biar kita dengar uneg-unegnya apa, namun yang hadir Cuma 2 orang perwakilan dan mereka tidak sanggup.” Sebutnya saat ditemui di ruangannya.
WR III juga menganggap, sebanyak 700 lebih mahasiswa yang telah daftar wisuda online menilai bahwa peristiwa tersebut tidak sepenuhnya mewakili calon wisudawan/wisudawati dalam melakukan aksi tersebut. sehingga wisuda tetap akan dilakukan sesuai dengan keputusan sebelumnya.
“Datanglah dia tapi tidak dapat memenuhi perjanjian kemarin. Mengatasnamakan mahasiswa tapi buktinya sudah 700 lebih mahasiswa yang daftar wisuda online, kita bawakan buktinnya tadi”. Lanjutnya.
Sesuai dengan keputusan rektor wisuda semester genap tahun akademik 2019/2020 secara daring. Namun karena membutuhkan tempat untuk melakukan kegiatan secara online juga supaya dapat menjadi motivasi kepada mahasiswa lainnya sehingga memberikan apresiasi kepada 30 mahasiswa berprestasi dari jurusan namun juga tidak menghadirkan orang tuanya.
WR III mengaku turut bersedih, karena tahu persis bahwa mahasiswa ingin merasakan wisuda yang dilakukan secara sakral didampingi orang tua seperti biasanya, namun mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir kampus tidak dapat melakukannya, alasannya karena selalu dipantau dari pusat dan semua dilakukan secara online. Bahkan ia juga menjelaskan bahwa WR 1 sempat dipanggil gubernur untuk tidak melakukan perkumpulan di kampus.(Royuna.Yuri)








