Pemilihan Sema Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi (FDIK) yang telah dilaksanakan pada, 19 Januari 2022, menimbulkan kegaduhan antar panitia.
Beredar berita dari akun media www.kompasiana.com yang di tulis oleh salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kepanitian pemilihan sema FDIK UIN Mataram, mengungkap tidak adanya musyawarah ketua panitia dalam membuat berita acara.
“Dalam Berita acara yang sudah dibuat oleh L. Bintang, yaitu selaku ketua panitia SEMA, ia mengambil sebuah keputusan yang memihak kepada salah satu calon, yaitu calon dengan nomor urut 1 (satu) yaitu saudara Ahnaf Afandy.”
Ia mengaku bahwa keputusan nya diambil karena pasangan calon nomor urut 2 tidak pantas menjadi senat mahasiswa dikarenakan membuat kegaduhan pada pemilihan dengan menendang kursi.
“Apa juga yang menjadi dalil kita semua ketika melihat calon pemimpin yang tidak ber etika di dalam forum sampai2 menendang kursi,” ujarnya.
Beberapa panitia merasa kecewa atas perbuatan sepihak yang dilakukan oleh ketua panitia dalam membuat keputusan dalam berita acara karena tidak melakukan diskusi terlebih dahulu.
“Saya rasa kita semua panitia semua sepakat bahwa dari tertib, dan basekrame bahwa yang layak menjadi ketua sema adalah 01,” tambahnya.
Selain itu Ketua panitia diduga melakukan penduplikatan tanda tangan sekretaris panitia pada berita acara tersebut tanpa sepengetahuan dan izin dari sekretaris panitia. Hirobbi selaku sekretaris panita membenarkan hal tersebut dan merasa kecewa atas tindakan ketua panitia.
“Saya pribadi tentu kecewa, sebagaimana kemarin pagi ketupat waktu telepon saya minta TTD hanya bilang untuk kepanitiaan saja taunya malah untuk di surat pernyataan juga.”ujarnya saat di wawancara via WhatsApp.
Menanggapi hal tersebut L. Bintang selaku ketua panitia mengaku adanya miss komunikasi antara ketua panita dan sekretaris panita.
“Oh iya saya akui itu miss komunikasi
Awalnya memang saya kira sekretaris panitia yang buat berita acara, kita sama-sama, saya nunggu sekpat buat berita acara, terus sekpat nunggu intruksi dari saya jadinya ya miss komunikasi dan hasil saya diminta secepat mungkin untuk mengumpulkan berita acarnya dan saya langsung buat karena semuanya harus rampung,” ujarnya.
Selaku dekan FDIK Saleh Ending mengembalikan kejadian tersebut kepada panitia untuk hal tersebut dapat di dapatkan secara internal.
“Terkait hal ini kalian rapatkan dulu secara internal, jangan sampai panitia tidak satu suara dalam hal ini.”
Menindaklanjuti kejadian ini ketua panita memutuskan untuk membuat ulang berita acara pemiliha Sema FDIK pada hari Senin yang akan datang.
“InshaAllah besok senin saya sudah bilang ke kepanitiaan kita buat ulang berita acaranya,”. ungkapnya.
Anhaf Afandi selaku Paslon Senat Mahasiswa no 1 berharap, harus tetap bijak dan dewasa dalam menerima isu yang beredar.
“Ya kita sama-sama bijak dan dewasa juga menyaring jika ada berita yang seperti itu, jangan sampai terpecah belah hanya karena isu.” tutupnya. (P/Y)

